Liverpool Gagal Buru Diomande, Alihkan Incaran ke Bintang PSG Seharga Rp2 Triliun
Baca dalam 60 detik
- Liverpool kehilangan peluang mendatangkan Yan Diomande setelah PSG mengambil alih posisi prioritas, memaksa The Reds mencari alternatif di bursa transfer.
- Klub asal Merseyside itu kini membuka komunikasi dengan kubu Bradley Barcola, winger PSG yang dihargai €120 juta atau setara Rp2 triliun.
- Barcola dinilai cocok dengan skema permainan intensitas tinggi ala Andoni Iraola, mirip peran Eli Junior Kroupi di Bournemouth musim lalu.

Liverpool harus mengubur ambisi mendatangkan Yan Diomande setelah Paris Saint-Germain memotong jalur dan mengambil alih posisi terdepan dalam perburuan pemain RB Leipzig tersebut. Kekalahan ini memaksa The Reds kembali ke papan gambar untuk mencari pengganti Mohamed Salah di sisi kanan serangan.
Sejak awal musim panas, Liverpool intensif memantau aksi Diomande di Piala Dunia 2026, termasuk saat ia berhadapan dengan bek Arsenal, Piero Hincapie. Tawaran resmi sempat dilayangkan, namun ditolak Leipzig. Kini, PSG disebut telah menggeser Liverpool dan menjadi kandidat terkuat untuk mengamankan tanda tangan pemain Pantai Gading itu.
Dengan skenario itu, Liverpool tak punya pilihan selain mencari nama lain. Menurut laporan TEAMtalk, klub asuhan Arne Slot telah membuka pembicaraan dengan perwakilan Bradley Barcola. Winger PSG berusia 23 tahun itu disebut siap hengkang dari Parc des Princes dengan banderol €120 juta (sekitar £103 juta atau Rp2 triliun). Namun, versi PSG berbeda. Jurnalis kenamaan David Ornstein melaporkan bahwa klub Prancis tersebut menegaskan Barcola tidak dijual dan memasang harga minimal £116 juta.
Perbedaan angka ini menimbulkan teka-teki besar bagi Liverpool. Untuk mendatangkan Barcola, mereka harus merogoh kocek lebih dari £100 juta—angka yang sangat besar meski potensi pemain Prancis itu diakui luas. Barcola dikenal sebagai winger cepat, langsung, dan memiliki kemampuan mencetak gol, bukan sekadar pengumpan. Gaya bermainnya dinilai cocok dengan filosofi Andoni Iraola, yang disebut akan menghadirkan kembali sepak bola heavy metal di Anfield musim depan.
Menariknya, Barcola disebut sebagai versi Liverpool dari Eli Junior Kroupi, bintang muda Bournemouth yang musim lalu tampil gemilang sebagai penyerang serbabisa. Baik Barcola maupun Kroupi sama-sama lebih suka menjadi eksekutor akhir daripada kreator peluang. Di lini depan Liverpool saat ini, sebagian besar pemain justru berkebalikan: Rio Ngumoha dan Victor Munoz lebih suka melakukan dribel, sementara Cody Gakpo meski tajam, dinilai terlalu satu dimensi dalam cara mencetak gol.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perburuan Liverpool ini menarik karena menunjukkan betapa sengitnya persaingan klub-klub Eropa dalam merekrut pemain bintang. Jika Barcola benar-benar mendarat di Anfield, ia akan menjadi salah satu transfer termahal dalam sejarah Premier League. Namun, dengan harga selangit dan sikap PSG yang keras, keputusan akhir Liverpool akan menjadi ujian bagi strategi rekrutmen Michael Edwards dan timnya.
Apakah Liverpool akan berani mengeluarkan dana besar untuk Barcola, atau justru beralih ke opsi lain seperti Said El Mala atau Yankuba Minteh? Jawabannya akan menentukan masa depan lini serang The Reds dalam beberapa musim ke depan.



