Sejarah Baru Mesir: Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026 untuk Pertama Kalinya
Baca dalam 60 detik
- Mesir mengukir sejarah dengan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menahan imbang Iran 1-1 di Seattle.
- Pelatih Hossam Hassan menegaskan timnya siap menghadapi lawan mana pun, termasuk Australia di babak selanjutnya.
- Keberhasilan ini menjadi momentum bagi sepak bola Afrika dan memberi pelajaran bagi Indonesia dalam membangun tim nasional yang kompetitif.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Timnas Mesir berhasil menembus fase gugur Piala Dunia setelah menahan imbang Iran 1-1 dalam laga pamungkas Grup B di Seattle, Amerika Serikat. Hasil ini memastikan The Pharaohs melaju ke babak 32 besar sebagai runner-up grup, sebuah pencapaian yang sebelumnya tak pernah diraih sejak debut mereka di turnamen ini.
Pertandingan melawan Iran menjadi ujian mental bagi skuad asuhan Hossam Hassan. Tertinggal lebih dulu melalui penalti Mehdi Taremi pada babak pertama, Mesir bangkit dan menyamakan kedudukan lewat gol Mahmoud Saber. Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan sepanjang laga mencerminkan karakter yang dibangun Hassan sejak awal turnamen. โKami bangga bisa melewati fase grup tanpa kekalahan. Ini adalah kehormatan bisa melaju ke babak berikutnya,โ ujar Hassan dalam wawancara dengan FIFA.
Perjalanan Mesir di grup ini tidak mudah. Mereka harus berhadapan dengan Belgia yang diunggulkan, serta Iran yang dikenal tangguh. Kemenangan besar Belgia atas Selandia Baru membuat Mesir turun ke posisi kedua, namun target utama sejak awal adalah lolos, bukan menjadi juara grup. Mohamed Salah yang ditarik keluar pada menit ke-57 digantikan oleh Zizo, dan meski tanpa kaptennya, Mesir tetap mampu mempertahankan hasil imbang yang berharga.
Kiper Mesir yang menjadi pahlawan dengan menggagalkan penalti Taremi mengaku ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. โKami tahu betapa sulitnya grup ini, tapi yang terpenting kami berhasil melewatinya. Ini adalah perasaan yang luar biasa,โ katanya. Sementara itu, Saber yang mencetak gol bersejarah menambahkan, โSaya sangat bangga bisa mencetak gol di Piala Dunia. Sekarang kami akan mempelajari Australia dengan saksama dan bersiap menghadapi mereka.โ
Bagi Indonesia, perjalanan Mesir ini memberikan gambaran tentang pentingnya konsistensi dan mentalitas juara. Mesir, yang selama puluhan tahun hanya menjadi pelengkap di Piala Dunia, akhirnya mampu memutus rantai kegagalan. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran pelatih lokal Hossam Hassan yang mampu menyatukan tim dan memaksimalkan potensi pemain bintang seperti Salah. Pelajaran berharga bagi pengembangan sepak bola Indonesia adalah bahwa investasi pada pembinaan jangka panjang dan kepercayaan pada pelatih lokal bisa membuahkan hasil di panggung dunia.
Langkah selanjutnya bagi Mesir adalah menghadapi Australia di babak 32 besar. Hassan menegaskan timnya tidak gentar. โKami siap menghadapi siapa pun. Kami tidak akan takut. Segalanya mungkin terjadi dalam sepak bola,โ ujarnya. Pertanyaan besarnya, akankah Mesir mampu melanjutkan kejutan dan melangkah lebih jauh? Atau justru Australia yang akan menghentikan laju sejarah mereka? Hanya waktu yang akan menjawab.



