Eintracht Frankfurt Rekrut Striker Muda Denmark, Malik Pimpong: Pewaris Taktik Hugo Ekitiké?
Baca dalam 60 detik
- Eintracht Frankfurt resmi mendatangkan penyerang Denmark berusia 18 tahun, Malik Pimpong, dari Midtjylland dengan torehan 30 gol dalam 45 laga U19.
- Pimpong disebut memiliki profil mirip Hugo Ekitiké, mantan binaan Frankfurt yang kini bersinar di Liverpool, dengan postur 192 cm dan kemampuan teknis mumpuni.
- Klub Bundesliga itu berambisi mengulang sukses pengembangan pemain muda, sementara Pimpong diharapkan beradaptasi perlahan sebelum menembus tim utama.

Eintracht Frankfurt kembali mempertajam lini depannya dengan merekrut penyerang muda Denmark, Malik Pimpong, yang baru berusia 18 tahun namun sudah mencatatkan produktivitas gol mengesankan di level junior. Langkah ini menjadi bagian dari strategi klub Bundesliga tersebut yang dikenal gemar mengasah talenta muda menjadi batu loncatan ke panggung Eropa.
Pimpong, yang lahir pada 1 Januari 2008, menghabiskan masa pembinaannya di akademi FC Midtjylland. Debutnya di tim U19 klub Denmark itu terjadi pada musim 2024/25, dan sejak itu ia menjelma menjadi mesin gol. Pada musim perdananya, ia mencetak enam gol dalam 15 penampilan, termasuk satu gol di UEFA Youth League. Musim berikutnya, 2025/26, produktivitasnya melonjak drastis: 24 gol dari 30 pertandingan di semua kompetisi. Meski timnya gagal melaju ke fase grup Youth League, Pimpong sempat mencetak gol ke gawang Köln di babak kualifikasi kedua.
Ketajamannya juga terbawa ke level tim nasional usia muda Denmark. Dari 24 caps di kelompok umur U17, U18, dan U19, ia mengoleksi total 12 gol. Rinciannya: enam gol dalam 13 laga U17, empat gol dalam delapan penampilan U18, dan dua gol dari tiga pertandingan U19. Konsistensi ini menunjukkan kemampuannya beradaptasi dengan cepat setiap kali naik level.
Frankfurt memiliki reputasi dalam membentuk dan memoles penyerang tengah. Salah satu contoh suksesnya adalah Hugo Ekitiké, yang kini membela Liverpool setelah menonjol bersama Die Adler. Direktur Olahraga Frankfurt, Timmo Hardung, mengakui bahwa Pimpong memiliki profil yang mirip dengan Ekitiké. Keduanya memiliki tinggi badan di atas 192 cm, kecepatan, kemampuan menahan bola, serta teknik yang baik. Jika Pimpong mampu meniru sebagian dari performa Ekitiké di Deutsche Bank Park, Frankfurt bisa kembali memiliki permata baru.
Menariknya, Pimpong bukanlah nama asing di sepak bola. Ayahnya, Razak Pimpong, adalah mantan pemain tim nasional Ghana yang tampil sebanyak 10 kali, termasuk tiga laga di Piala Dunia 2006. Karier klub sang ayah seluruhnya dihabiskan di Denmark. Latar belakang ini memberikan perspektif unik bagi Malik, yang tumbuh di lingkungan sepak bola profesional.
Hardung menekankan pentingnya proses adaptasi bertahap bagi pemain muda seperti Pimpong. “Malik Pimpong, sebagai pemain muda, memiliki bakat dan potensi besar. Sekarang penting baginya untuk beradaptasi dengan tenang di Eintracht Frankfurt, struktur kami, dan lingkungan baru. Kami ingin memperkenalkannya secara hati-hati ke level permainan, secara khusus mendorong perkembangannya, dan pada saat yang sama memberinya stabilitas,” ujarnya. Sementara itu, manajer akademi Midtjylland, Flemming Broe, sejak 2024 sudah memuji mentalitas dan kemampuan teknis Pimpong. “Malik adalah talenta hebat dengan paket atletik yang baik. Ia terampil secara teknis dan bisa mencetak gol. Ia juga memiliki mentalitas pemenang yang baik, dan kami yakin ada sesuatu yang menarik tersembunyi di dalam dirinya,” kata Broe.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Frankfurt merekrut pemain muda Denmark ini bisa menjadi contoh bagaimana klub Eropa serius membangun masa depan. Di tengah gencarnya pembinaan usia muda di Tanah Air, kisah Pimpong mengingatkan bahwa jalan menuju papan atas membutuhkan kesabaran, adaptasi, dan dukungan sistem klub yang matang. Pertanyaan selanjutnya: akankah Pimpong mampu mengikuti jejak Ekitiké dan menjadi andalan Frankfurt dalam beberapa musim ke depan?



