Madison Keys Ukir Sejarah di Eastbourne, Samai Rekor Evert dan Navratilova
Baca dalam 60 detik
- Madison Keys menjuarai turnamen Eastbourne untuk ketiga kalinya setelah mengalahkan Tatjana Maria 7-5, 6-4, menyamai catatan Chris Evert dan Martina Navratilova.
- Kemenangan ini menjadi final turnamen kelima beruntun yang dimenangi Keys tanpa kehilangan satu set pun, menandai performa puncaknya jelang Wimbledon.
- Di turnamen lain, Karolina Muchova merebut gelar Bad Homburg setelah Naomi Osaka mundur karena cedera pergelangan kaki, mengantarkan Muchova kembali ke 10 besar dunia.

Madison Keys menorehkan namanya dalam buku sejarah tenis wanita setelah merebut gelar Eastbourne untuk ketiga kalinya, sebuah pencapaian yang hanya pernah diraih oleh legenda Chris Evert dan Martina Navratilova. Petenis Amerika Serikat berusia 31 tahun itu mengalahkan Tatjana Maria asal Jerman dengan skor 7-5, 6-4 dalam pertandingan final yang berlangsung Sabtu (29/6). Kemenangan ini tidak hanya mempertegas dominasinya di permukaan rumput, tetapi juga menjadi modal berharga menjelang turnamen Grand Slam Wimbledon yang akan dimulai pekan depan.
Keys, yang merupakan juara Australian Open 2025, tampil tanpa kehilangan satu set pun sepanjang turnamen. Ia memanfaatkan servis kuat dan pendekatan ke net untuk menekan Maria, yang baru saja menjuarai Queen's Club Championship 2025. Meskipun sempat kehilangan dua set poin akibat double fault, Keys segera bangkit dan mematahkan servis lawan untuk merebut set pertama. Pada set kedua, ia kembali menunjukkan ketenangan dengan mematahkan servis Maria di game ketujuh dan menutup pertandingan dengan percaya diri.
"Saya selalu lupa seberapa berat trofi ini," canda Keys saat mengangkat piala. "Eastbourne adalah tempat yang sangat spesial bagi saya. Saya memenangi gelar pertama saya di sini bertahun-tahun lalu, jadi menang untuk ketiga kalinya sangat berarti. Melakukannya di depan para penggemar yang luar biasa adalah bonus."
Bagi Maria, petenis peringkat 112 dunia yang juga semifinalis Wimbledon 2022, kekalahan ini tetap menjadi pencapaian positif setelah sukses di Queen's. Ia menunjukkan perlawanan sengit dengan pukulan slice forehand dan backhand yang efektif, namun tidak cukup untuk mengimbangi konsistensi Keys. Kedua petenis kini akan bersiap menghadapi Wimbledon: Keys akan berhadapan dengan rekan senegaranya Kayla Day di babak pertama, sementara Maria akan meladeni Yulia Putintseva dari Kazakhstan.
Sementara itu, di turnamen Bad Homburg, Jerman, Karolina Muchova berhasil meraih gelar setelah lawannya, Naomi Osaka, mundur karena cedera pergelangan kaki. Osaka yang memulai final pertama di lapangan rumput dalam kariernya itu harus menyerah saat tertinggal 1-6, 0-1. Muchova, petenis Ceko, meraih gelar keduanya tahun ini dan akan kembali masuk ke dalam 10 besar dunia pada Senin mendatang. Osaka sendiri dijadwalkan memulai Wimbledon melawan Elsa Jacquemot dari Prancis, sementara Muchova yang diunggulkan ke-10 akan berhadapan dengan Anastasia Zakharova dari Rusia.
Prestasi Keys dan Muchova menunjukkan persaingan ketat di sektor putri jelang Wimbledon. Dengan performa impresif Keys di lapangan rumput, banyak pengamat menilai ia layak diperhitungkan sebagai kandidat juara di All England Club. Namun, cedera Osaka dan konsistensi Muchova menambah dinamika yang membuat turnamen tahun ini semakin menarik untuk diikuti.



