Paratici Incar Udogie atau Ruggeri untuk Perkuat Sisi Kiri Fiorentina
Baca dalam 60 detik
- Direktur Fiorentina Fabio Paratici memanfaatkan jaringan lamanya di Tottenham untuk mendatangkan Destiny Udogie, namun banderol 40-50 juta euro menjadi kendala utama.
- Alternatif yang lebih terjangkau adalah Matteo Ruggeri dari Atletico Madrid, yang dibanderol 25 juta euro, meski baru dibeli musim lalu.
- Kedua pemain adalah bek kiri timnas Italia, menunjukkan Fiorentina serius memperkuat posisi tersebut di bursa transfer musim panas.

Direktur olahraga Fiorentina, Fabio Paratici, kembali menjalin komunikasi dengan mantan klubnya, Tottenham Hotspur, untuk merekrut bek kiri timnas Italia, Destiny Udogie. Jika negosiasi menemui jalan buntu, opsi lain yang disiapkan adalah Matteo Ruggeri, pemain Atletico Madrid yang juga berstatus internasional Italia.
Paratici, yang pernah dua periode bekerja di Tottenham dan sempat menjadi penasihat eksternal selama masa sanksi, kini menggunakan koneksi lamanya untuk memperkuat skuad La Viola. Sejak kembali ke Serie A pada Februari lalu, ia langsung memfokuskan perhatian pada Udogie, pemain berusia 23 tahun yang kesulitan mendapatkan menit bermain reguler di Spurs.
Udogie bergabung dengan Tottenham dari Udinese pada 2022 dengan nilai transfer 18 juta euro plus bonus hingga 7 juta euro, dan menandatangani kontrak hingga Juni 2030. Namun, cedera dan persaingan ketat membuatnya hanya tampil 28 kali musim ini dengan sumbangan satu assist. Pelatih Tottenham, Roberto De Zerbi, dikabarkan enggan melepas pemainnya pada bursa musim panas, apalagi klub mematok harga 40-50 juta euro untuk sang bek.
Paratici berharap bisa meyakinkan Tottenham untuk melepas Udogie dengan skema pinjaman berbayar plus opsi pembelian yang dikaitkan dengan pencapaian target tertentu. Strategi ini lazim digunakan klub Italia untuk mengurangi beban finansial di awal. Namun, sikap De Zerbi yang keras bisa menjadi penghalang utama.
Alternatif yang lebih realistis secara anggaran adalah Matteo Ruggeri. Pemain 22 tahun itu baru satu musim membela Atletico Madrid setelah direkrut dari Atalanta. Meski belum menjadi pilihan utama, ia tetap dibanderol 25 juta euro oleh klub La Liga tersebut. Angka ini masih lebih rendah dari tuntutan Tottenham, namun tetap membutuhkan negosiasi yang tidak mudah.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Fiorentina ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub Serie A memanfaatkan jaringan personal untuk bersaing di bursa transfer. Paratici, yang sempat menjadi figur kontroversial di Inggris, kini membuktikan kemampuannya sebagai negosiator ulung. Keberhasilan mendatangkan salah satu dari dua pemain ini akan menjadi sinyal ambisi Fiorentina untuk kembali bersaing di papan atas.
Ke depannya, keputusan Tottenham dan Atletico akan menentukan langkah Fiorentina. Apakah Paratici mampu menekan Spurs dengan skema pinjaman, atau justru beralih ke Ruggeri yang lebih murah? Bursa transfer musim panas masih panjang, dan Fiorentina harus bergerak cepat jika ingin mengamankan target sebelum pesaing lain ikut campur.



