Ivan Juric Resmi Tangani Monza Usai Putus Kontrak dengan Atalanta
Baca dalam 60 detik
- Ivan Juric secara resmi mengakhiri kontraknya dengan Atalanta melalui kesepakatan bersama, membuka jalan untuk menangani Monza di Serie A.
- Pelatih asal Kroasia ini telah melalui periode penuh gejolak dalam kariernya, dengan masa singkat di Roma, Southampton, dan Atalanta sejak 2024.
- Monza, yang promosi kembali ke Serie A setelah setahun absen, menunjuk Juric sebagai pengganti Paolo Bianco yang hengkang ke Pisa.

Ivan Juric kembali ke Serie A. Pelatih asal Kroasia itu resmi memutus kontrak dengan Atalanta secara sepakat pada Selasa sore, dan dalam waktu dekat akan diumumkan sebagai pelatih baru Monza, klub promosi yang musim lalu finis di papan atas Serie B.
Keputusan ini mengakhiri masa bakti Juric yang singkat di Bergamo. Ia hanya bertahan 15 pertandingan kompetitif sejak awal musim 2025-2026 sebelum didepak. Sebelumnya, karier Juric di Italia dan Inggris juga diwarnai ketidakstabilan: 12 laga bersama Roma pada September 2024, lalu 16 pertandingan di Southampton pada musim yang sama sebelum dipecat.
Bagi Monza, kedatangan Juric menjadi langkah strategis untuk mempertahankan status di kasta tertinggi. Klub Lombardy itu promosi melalui play-off Serie B musim lalu setelah setahun absen dari Serie A. Paolo Bianco, yang menukangi Monza saat promosi, telah meninggalkan klub pada 19 Juni lalu dan kini menangani Pisa di Serie B.
Juric dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan taktis yang agresif dan pressing tinggi. Gaya ini sempat sukses di Hellas Verona dan Torino, namun gagal beradaptasi di klub-klub besar seperti Roma dan Southampton. Tantangan di Monza akan berbeda: ia harus membangun tim yang solid dari skuad yang relatif baru promosi, dengan sumber daya terbatas dibandingkan rival-rivalnya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kisah Juric menjadi pelajaran tentang tingginya tekanan di klub-klub Eropa. Pelatih yang gagal memenuhi ekspektasi dalam waktu singkat kerap kehilangan pekerjaan, berbeda dengan budaya sepak bola di Indonesia yang cenderung lebih sabar. Namun, kesempatan kedua seperti yang didapat Juric di Monza menunjukkan bahwa reputasi dan pengalaman tetap dihargai.
Monza sendiri memiliki ambisi besar di bawah kepemilikan keluarga Berlusconi. Klub ini ingin menjadi kekuatan baru di Serie A, meski harus bersaing dengan klub-klub mapan. Juric diharapkan mampu membawa stabilitas dan identitas permainan yang jelas, sesuatu yang gagal ia lakukan di klub-klub sebelumnya.
Langkah selanjutnya adalah bagaimana Juric membangun skuad di bursa transfer musim panas ini. Monza perlu mendatangkan pemain yang cocok dengan filosofinya, sambil mempertahankan inti tim promosi. Pertanyaan besarnya: akankah Juric mampu bertahan lebih dari satu musim di Monza, atau kembali menjadi pelatih musafir?



