Cedera Salah Mengkhawatirkan, Mesir Tunggu Hasil Asesmen Jelang Lawan Australia
Baca dalam 60 detik
- Mohamed Salah meminta ditarik keluar saat Mesir imbang 1-1 melawan Iran di Piala Dunia 2026, memicu kekhawatiran akan kebugarannya.
- Pelatih Hossam Hassan mengonfirmasi akan mengevaluasi kondisi Salah dan dua pemain lainnya, namun optimistis dengan kedalaman skuad.
- Mesir lolos ke fase gugur sebagai runner-up Grup G dan akan menghadapi Australia pada babak 32 besar.

Kapten tim nasional Mesir, Mohamed Salah, harus menjalani evaluasi medis setelah meminta diganti pada babak kedua saat laga melawan Iran di Piala Dunia 2026, Jumat (26/6) waktu setempat. Kondisi ini membuat statusnya tidak pasti menjelang pertandingan fase gugur melawan Australia.
Dalam pertandingan Grup G yang berakhir imbang 1-1 di Seattle, Salah tampak frustrasi saat ditarik keluar pada menit ke-57. Pelatih Hossam Hassan mengakui bahwa keputusan tersebut berasal dari permintaan pemain berusia 33 tahun itu sendiri. โJika seorang pemain meminta diganti, artinya dia merasakan sesuatu,โ ujar Hassan kepada beIN Sports. Meski demikian, ia menilai cedera tersebut tidak tampak serius.
Selain Salah, Hassan juga mengonfirmasi bahwa bek kiri Ahmed Fatouh akan menjalani evaluasi karena cedera. Sementara itu, gelandang Hamdi Fathi yang absen melawan Iran diharapkan bisa pulih untuk laga kontra Australia. Meskipun ada beberapa masalah kebugaran, Hassan tetap percaya diri dengan kedalaman skuadnya. โSaya memiliki prajurit. Saya memiliki pemain Mesir yang layak mendapat kepercayaan,โ tegasnya.
Keberhasilan Mesir melaju ke fase gugur disambut bangga oleh Hassan. Ia menyebut pencapaian ini sebagai kebanggaan bagi Mesir, dunia Arab, dan Afrika. โKami akan mempersiapkan diri, bekerja keras, dan melakukan segalanya untuk menghadapi apa yang akan datang,โ katanya. Timnya akan menghadapi Australia yang lolos sebagai runner-up Grup F, sebuah tantangan yang tidak bisa dianggap remeh.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, nasib Salah menjadi perhatian tersendiri. Pemain yang pernah bersinar di Liga Champions dan Premier League ini memiliki basis penggemar besar di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Jika Salah absen, peluang Mesir untuk melaju lebih jauh tentu akan berkurang. Namun, Hassan menegaskan bahwa ia tidak khawatir dengan absennya pemain kunci. โJika saya khawatir setiap kali ada cedera, saya tidak pantas menjadi pelatih tim nasional Mesir,โ ujarnya.
Pertandingan melawan Australia akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ketahanan fisik dan mental skuad Mesir. Tanpa Salah, lini serang Mesir harus mengandalkan pemain lain seperti Mostafa Mohamed atau Omar Marmoush. Pertanyaannya, mampukah Mesir mengatasi absennya sang kapten dan melaju ke babak 16 besar? Jawabannya akan terjawab dalam beberapa hari ke depan.



