Muhyiddin Turun Langsung Dampingi Sahruddin di Bukit Kepong
Baca dalam 60 detik
- Presiden Bersatu, Muhyiddin Yassin, hadir langsung di pusat pencalonan Pagoh untuk mendukung Sahruddin Jamal.
- Sahruddin, mantan Menteri Besar Johor, kembali mempertahankan kursi Bukit Kepong yang telah dipegangnya sejak 2018.
- Kehadiran tokoh nasional ini memperkuat sinyal persaingan ketat dalam pemilihan negara bagian Johor ke-16.

Presiden Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu), Tan Sri Muhyiddin Yassin, tiba di pusat pencalonan Dewan Kompleks Olahraga Pagoh pada pukul 08.45 waktu setempat, Jumat (27/6). Kedatangannya bukan sekadar seremoni—ia secara langsung mendampingi calon Perikatan Nasional (PN) untuk kursi Bukit Kepong, Datuk Dr Sahruddin Jamal, yang juga menjabat sebagai Ketua Bersatu Johor dan Ketua PN Johor.
Lebih dari 300 pendukung telah berkumpul di luar aula sejak pagi, menciptakan atmosfer politik yang memanas menjelang pemilihan negara bagian Johor ke-16. Sahruddin, yang pernah menjabat sebagai Menteri Besar Johor, kini berupaya mempertahankan kursi Bukit Kepong yang telah dipegangnya sejak 2018. Pertarungan ini dipandang sebagai ujian elektabilitas bagi PN di basis tradisional mereka.
Bagi pengamat politik Malaysia, kehadiran langsung Muhyiddin—mantan Perdana Menteri—menunjukkan betapa strategisnya kursi Bukit Kepong bagi PN. Wilayah ini merupakan bagian dari Pagoh, basis politik Muhyiddin sendiri. Dengan popularitas yang masih kuat di kalangan akar rumput, dukungannya diharapkan mampu mengamankan suara Melayu tradisional yang sempat goyah akibat perpecahan koalisi.
Sahruddin sendiri bukan figur baru di pentas politik Johor. Sebagai mantan menteri besar, ia memiliki rekam jejak yang jelas, namun juga menghadapi tantangan dari lawan-lawan politik yang mengusung isu pembangunan dan kesejahteraan. Pemilihan kali ini akan menjadi indikator apakah PN mampu mempertahankan dominasi di negeri bagian selatan tersebut, atau justru mengalami erosi dukungan.
Dari perspektif Indonesia, dinamika politik Malaysia—khususnya di Johor yang berbatasan langsung dengan Kepulauan Riau—selalu relevan. Stabilitas politik di negara tetangga berdampak pada iklim investasi dan hubungan bilateral. Jika PN berhasil mempertahankan kursi Bukit Kepong, hal itu bisa memperkuat posisi koalisi dalam pemerintahan federal, yang berpotensi mempengaruhi kebijakan perdagangan dan ketenagakerjaan lintas batas.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah: mampukah Sahruddin mempertahankan kursinya di tengah gelombang perubahan preferensi pemilih? Atau justru kehadiran Muhyiddin menjadi bumerang karena dianggap sebagai intervensi pusat? Jawabannya akan diketahui setelah proses pemungutan suara selesai.



