Pra-Musim Juventus Berakhir Manis: Yildiz dan Milik Bawa Kemenangan 2-0 atas Palermo di Perth
Baca dalam 60 detik
- Tur pramusim Juventus di Asia Tenggara dan Australia ditutup dengan kemenangan 2-0 atas Palermo, berkat gol Kenan Yildiz dan Arkadiusz Milik.
- Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Si Nyonya Tua menjelang Serie A, dengan performa impresif dari rekrutan anyar seperti Kolo Muani dan Celik.
- Gol Milik, yang terakhir terjadi di kompetisi resmi pada 2024, diharapkan memulihkan kepercayaan diri sang striker Polandia di musim yang akan datang.

Tur pramusim Juventus di Asia Tenggara dan Australia berakhir dengan manis. Pada laga uji coba terakhir, Selasa (11/8/2026) siang WIB, tim asuhan Luciano Spalletti menundukkan Palermo dengan skor 2-0 di Perth. Dua gol kemenangan lahir dari aksi Kenan Yildiz dan Arkadiusz Milik, dua nama yang menjadi sorotan dalam laga tersebut.
Kemenangan ini melengkapi rangkaian uji coba yang cukup melelahkan bagi Bianconeri. Sebelumnya, mereka sukses mengalahkan Standard Liege dan OGC Nice di Eropa, lalu menaklukkan Chelsea 1-0 di Hong Kong. Namun, akhir pekan lalu mereka harus mengakui keunggulan Inter Milan dengan skor 1-2 di Perth. Kemenangan atas Palermo menjadi penutup yang positif sekaligus suntikan moral menjelang dimulainya Serie A.
Spalletti tidak main-main dalam laga ini. Ia menurunkan skuad utama dengan dua rekrutan anyar, Kerim Alajbegovic dan Randal Kolo Muani, sejak menit awal. Mereka didukung trio lini serang Yildiz dan Francisco Conceicao, dengan Weston McKennie serta Douglas Luiz sebagai poros ganda di lini tengah. Formasi ini menunjukkan keseriusan Juventus dalam mematangkan strategi jelang kompetisi resmi.
Sepanjang babak pertama, Juventus mendominasi jalannya pertandingan. Peluang pertama lahir dari kaki Conceicao pada menit ke-26, memanfaatkan kerja sama apik dengan bek anyar Zeki Celik di sisi kanan. Dua menit kemudian, giliran Yildiz yang mengancam lewat tendangan voli dari luar kotak penalti, meski masih melebar tipis di sisi gawang. Ketekunan Juventus akhirnya membuahkan hasil menjelang turun minum. Berawal dari tembakan Celik yang ditepis kiper Palermo, Jesse Joronen, bola rebound disambar Yildiz dari jarak dekat untuk membuka keunggulan.
Memasuki babak kedua, Spalletti melakukan dua pergantian dengan memasukkan Manuel Locatelli dan Edon Zhegrova. Keputusan ini langsung memberikan dampak. Zhegrova, yang baru bergabung, menunjukkan kualitasnya dengan memberikan umpan terobosan brilian kepada Celik. Sayang, umpan silang yang diteruskan ke Kolo Muani masih bisa diantisipasi Joronen. Pada menit ke-60-an, pelatih asal Italia itu kembali merotasi pemain dengan memasukkan Fabio Miretti, Andrea Cambiaso, Milik, dan Jeremie Boga.
Keputusan memasukkan Milik terbukti tepat. Pada menit-menit akhir, sang striker Polandia merebut bola di tengah lapangan, menggiringnya masuk ke kotak penalti, lalu melepaskan tembakan kaki kanan yang tak mampu dihalau Joronen. Gol ini menjadi penutup sempurna sekaligus jawaban atas kritik yang kerap dialamatkan padanya. Meski hanya laga persahabatan, gol ini diharapkan mampu memulihkan kepercayaan diri Milik yang sempat meredup.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, laga ini menarik untuk dicermati. Tur pramusim Juventus di Asia Tenggara dan Australia menunjukkan betapa seriusnya klub-klub Eropa menjadikan kawasan ini sebagai ajang pemanasan. Kehadiran pemain-pemain bintang seperti Yildiz dan Kolo Muani di Perth tentu menjadi tontonan berharga bagi penggemar di kawasan, termasuk Indonesia yang notabene memiliki basis penggemar Juventus yang besar. Hal ini juga menggarisbawahi potensi pasar sepak bola Asia yang semakin dilirik oleh klub-klub elite Eropa.
Dengan berakhirnya tur ini, Juventus masih memiliki satu laga uji coba internal melawan tim Next Gen di Allianz Stadium pada 17 Agustus mendatang. Laga tersebut akan menjadi ajang final untuk mengasah taktik sebelum Serie A dimulai. Pertanyaan besarnya, akankah performa impresif selama pramusim mampu diterjemahkan menjadi hasil positif di kompetisi resmi? Terlebih, persaingan di papan atas Serie A musim ini diprediksi semakin ketat dengan menguatnya Inter, AC Milan, dan Napoli.



