Gempa Dahsyat Venezuela Tewaskan 589 Orang, Xi Jinping Sampaikan Duka dan Tawarkan Bantuan
Baca dalam 60 detik
- Presiden China Xi Jinping menyampaikan belasungkawa dan menawarkan bantuan rekonstruksi pascagempa berkekuatan 7,2 dan 7,5 SR yang mengguncang Venezuela.
- Korban tewas mencapai 589 jiwa dengan hampir 3.000 luka-luka, termasuk dua warga negara China; gempa ini tercatat sebagai yang terkuat dalam seabad terakhir.
- China akan mengirim bantuan kemanusiaan darurat melalui pemerintah dan Palang Merah, serta mengimbau warganya di Venezuela waspada terhadap gempa susulan.

Presiden China Xi Jinping mengirimkan pesan duka cita kepada Presiden Pelaksana Venezuela Delcy Rodriguez atas bencana gempa bumi kembar yang menewaskan lebih dari 500 orang di negara Amerika Selatan itu, serta menyatakan kesiapan Beijing untuk memberikan bantuan dalam penanggulangan bencana dan rekonstruksi.
Dalam pesannya pada Jumat (26/6), Xi mengaku terkejut mendengar laporan korban jiwa dan kerusakan parah akibat gempa yang mengguncang Venezuela pada Rabu lalu. Atas nama pemerintah dan rakyat China, ia menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan simpati kepada para korban luka. Xi juga menyatakan keyakinannya bahwa di bawah kepemimpinan pemerintah Venezuela, rakyat setempat akan mampu mengatasi bencana dan membangun kembali rumah mereka dalam waktu dekat.
Menurut otoritas Venezuela, jumlah korban tewas mencapai 589 orang per Jumat. Kedutaan Besar China di Caracas mengonfirmasi bahwa dua warga negara China termasuk di antara korban meninggal. Hampir 3.000 orang lainnya mengalami luka-luka akibat gempa berkekuatan 7,2 dan 7,5 skala Richter yang terjadi dalam selang waktu satu menit. Gempa ini tercatat sebagai yang terkuat dalam lebih dari satu abad terakhir di Venezuela, sehingga pemerintah setempat menetapkan status darurat nasional.
Dalam konferensi pers di Beijing, Jumat, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun menyatakan bahwa pemerintah China dan Palang Merah China akan memberikan bantuan kemanusiaan darurat secara terpisah kepada Venezuela. Kedutaan Besar China di Caracas terus berupaya memverifikasi keselamatan warga China di zona gempa dan akan memberikan bantuan yang diperlukan. Guo mengimbau warga China di Venezuela untuk waspada terhadap kemungkinan bahaya gempa susulan. China siap memberikan dukungan lebih lanjut seiring perkembangan penanganan bencana.
Bagi Indonesia, bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi, mengingat posisi geografis Indonesia yang juga berada di kawasan rawan gempa. Respons cepat China dalam menawarkan bantuan kemanusiaan juga mencerminkan peran aktif Beijing dalam diplomasi bencana, yang dapat menjadi contoh kerja sama internasional. Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah sejauh mana efektivitas bantuan internasional dalam mempercepat pemulihan Venezuela, serta bagaimana negara-negara rawan gempa seperti Indonesia dapat memperkuat sistem peringatan dini dan mitigasi bencana.



