Eks Bintang Australia Moises Henriques Pimpin Portugal di Kualifikasi Piala Dunia T20
Baca dalam 60 detik
- Mantan all-rounder Australia, Moises Henriques, ditunjuk sebagai kapten tim kriket Portugal dalam upaya bersejarah menembus Piala Dunia T20 2028.
- Kelahiran Madeira, pulau yang juga menjadi tempat lahir Cristiano Ronaldo, Henriques membawa pengalaman internasionalnya untuk memimpin skuad muda Portugal di kualifikasi Eropa.
- Kualifikasi di Finlandia akan menjadi ujian besar bagi Portugal yang harus bersaing dengan Israel, Jerman, Yunani, dan Ceko untuk merebut tiket ke babak berikutnya.

Kiprah kriket Portugal memasuki babak baru. Federasi Kriket Portugal mengumumkan bahwa mantan pemain serba bisa Australia, Moises Henriques, akan memimpin tim nasional dalam perjuangan menembus Piala Dunia T20 untuk pertama kalinya. Keputusan ini diumumkan melalui akun Instagram resmi mereka pada Selasa (11/8), menandai langkah berani untuk meningkatkan prestasi kriket di negara yang lebih dikenal lewat sepak bola.
Henriques, yang kini berusia 39 tahun, bukan nama asing di pentas kriket dunia. Selama kariernya bersama Australia, ia tampil dalam empat pertandingan Test, 16 ODI, dan 24 T20. Pengalaman bertanding di level tertinggi itu kini akan diabdikan untuk membawa Portugal menembus kompetisi global. Menariknya, Henriques lahir di Madeira, pulau yang juga merupakan tempat kelahiran megabintang sepak bola Cristiano Ronaldo. Setelah pensiun dari kriket domestik Australia pada tahun lalu, ia kini mengemban misi baru yang tidak kalah menantang.
Portugal tergabung dalam Grup B pada T20 World Cup Europe Sub-Regional Qualifier C yang akan berlangsung di Finlandia pada 14-20 Agustus. Lawan-lawan yang dihadapi antara lain Israel, Jerman, Yunani, dan Republik Ceko. Hanya juara grup yang berhak melaju ke final, dan pemenang final akan bergabung dengan Skotlandia, Jersey, dan Denmark di final regional Eropa. Dua tim teratas dari babak tersebut akan mengamankan tiket ke kualifikasi global untuk Piala Dunia T20 2028 yang akan digelar di Australia dan Selandia Baru.
Langkah Henriques ini tidak hanya penting bagi Portugal, tetapi juga menjadi sorotan bagi perkembangan kriket di luar negara-negara tradisional. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi para pemain muda Portugal yang masih minim pengalaman internasional. Dengan jam terbang tinggi yang dimilikinya, Henriques bisa menjadi mentor yang berharga bagi skuad yang mayoritas berisi pemain berusia di bawah 25 tahun.
Bagi pengamat kriket, keputusan ini menunjukkan ambisi Portugal untuk serius bersaing di level internasional. Meski kriket bukan olahraga populer di Portugal, kehadiran Henriques bisa menjadi katalis untuk menarik minat publik dan sponsor. Di sisi lain, persaingan di Grup B tidak mudah. Israel dan Jerman telah menunjukkan perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir, sementara Yunani dan Ceko juga tidak bisa dianggap remeh.
Dari perspektif Indonesia, kabar ini menarik karena menunjukkan bahwa kriket semakin mendunia. Indonesia sendiri tengah berupaya mengembangkan kriket dan pernah berpartisipasi dalam berbagai turnamen regional. Keberanian Portugal merekrut pemain berpengalaman seperti Henriques bisa menjadi inspirasi bagi negara-negara berkembang lainnya, termasuk Indonesia, untuk berinvestasi pada pemain diaspora atau pelatih berkualitas guna mempercepat kemajuan olahraga ini.
Henriques sendiri diyakini akan membawa profesionalisme dan etos kerja ala Australia ke dalam tim Portugal. Meski demikian, tantangan terbesarnya adalah membangun kekompakan tim dalam waktu singkat. Turnamen kualifikasi yang hanya berlangsung sepekan menuntut kesiapan mental dan fisik yang prima. Apakah Henriques mampu mengulang keajaiban seperti yang dilakukan tim-tim underdog di ajang internasional? Semua akan terjawab di lapangan hijau Finlandia.



