Aston Villa Incar Remaja Bosnia Rp 460 M, Cetak Rekrutan Mahal Berikutnya?
Baca dalam 60 detik
- Aston Villa bergabung dalam perburuan gelandang sayap Bayer Leverkusen, Karim Alajbegovic, yang dibanderol sekitar £22 juta.
- Klub Premier League itu memiliki rekor sukses merekrut pemain muda murah lalu menjual mahal, seperti Morgan Rogers dan Jhon Duran.
- Alajbegovic, 18 tahun, telah menunjukkan performa impresif di Bundesliga Austria dan Piala Dunia, menarik minat sejumlah klub Eropa.

Aston Villa kembali mengaktifkan radar perekrutan pemain muda potensial. Klub asal Birmingham itu dikabarkan turut dalam persaingan mendapatkan gelandang sayap Bayer Leverkusen, Karim Alajbegovic, yang saat ini bersinar di Piala Dunia bersama Bosnia. Langkah ini mengingatkan pada strategi Villa yang sukses mendatangkan Morgan Rogers dan Jhon Duran dengan biaya rendah lalu menjualnya dengan keuntungan besar.
Menurut laporan Corriere della Sera yang dikutip Sport Witness, Villa bersaing dengan Atalanta, Newcastle United, dan Sunderland untuk mengamankan tanda tangan pemain berusia 18 tahun itu. Bayer Leverkusen dikabarkan terbuka menjualnya kembali dengan harga sekitar £22 juta, meski angka itu bisa naik jika performanya di Piala Dunia terus moncer. Leverkusen baru saja mengaktifkan opsi pembeliannya dari RB Salzburg pada bursa transfer musim panas.
Alajbegovic bukanlah nama asing di kancah Eropa. Musim lalu, ia mencatatkan sembilan gol dan sembilan peluang emas dalam 22 pertandingan starter di Bundesliga Austria bersama Salzburg. Ia juga tampil di Liga Europa, termasuk saat bertemu Villa di fase grup pada Januari lalu. Dalam laga yang dimenangi Villa 3-2 itu, Alajbegovic memberikan assist untuk gol kedua Salzburg. Performanya di Piala Dunia juga patut diperhitungkan; ia baru saja mencetak gol indah ke gawang Qatar, membawa Bosnia lolos ke babak 32 besar melawan Amerika Serikat.
Strategi Villa dalam merekrut pemain muda yang lapar akan prestasi terbukti menguntungkan. Rogers, yang didatangkan dari Middlesbrough pada Januari 2024, kini dikaitkan dengan kepindahan senilai £100 juta ke Arsenal. Sementara Duran, yang direkrut dari Chicago Fire, dijual ke Al Nassr dengan keuntungan besar. Keduanya belum membuktikan diri di liga top Eropa sebelum bergabung dengan Villa — pola yang sama kini diterapkan pada Alajbegovic.
Bagi pembaca di Indonesia, langkah Villa ini bisa menjadi pelajaran berharga. Klub-klub Liga 1 yang memiliki akademi atau jaringan scouting terbatas dapat meniru pendekatan Villa: merekrut pemain muda berbakat dari liga-liga non-top, mengembangkan potensinya, lalu menjualnya dengan harga premium. Di era regulasi pemain asing yang longgar, klub Indonesia bisa mulai melirik talenta dari Austria, Belgia, atau bahkan Asia Tenggara yang belum tersentuh.
Namun, risiko tetap ada. Tidak semua pemain muda mampu beradaptasi dengan tekanan Premier League. Alajbegovic sendiri baru tampil reguler di Austria, bukan di liga top Eropa. Jika Villa berhasil mendatangkannya, tugas Unai Emery adalah memoles potensi mentahnya menjadi performa konsisten. Pertanyaan besarnya: mampukah Alajbegovic mengikuti jejak Rogers dan Duran, atau justru menjadi investasi yang mandek?



