Arsenal Kehilangan 'Bruno Guimaraes' Versi Sendiri: Granit Xhaka Dilepas Terlalu Dini?
Baca dalam 60 detik
- Arsenal tengah memburu Bruno Guimaraes dari Newcastle dengan tawaran awal ยฃ55 juta, namun klub asal Brasil itu menolak dan mengklaim pemain tidak dijual.
- Granit Xhaka, yang dilepas Arsenal ke Bayer Leverkusen seharga ยฃ21 juta pada 2023, dinilai memiliki profil kepemimpinan dan kemampuan passing yang mirip dengan Guimaraes.
- Kepergian Xhaka meninggalkan lubang di lini tengah Arsenal yang belum terisi penuh, meski Declan Rice telah menjadi pilar utama.

Setelah menjuarai Premier League untuk pertama kalinya dalam 22 tahun, Arsenal kini berburu pemain bintang untuk mempertahankan gelar. Salah satu target utama adalah gelandang Newcastle United, Bruno Guimaraes. Namun, di balik ambisi tersebut, muncul pertanyaan: bukankah Arsenal pernah memiliki pemain serupa yang justru dilepas dengan harga murah?
Granit Xhaka, yang hengkang ke Bayer Leverkusen pada musim panas 2023 dengan nilai transfer hanya ยฃ21 juta, kini disebut-sebut sebagai 'Bruno Guimaraes versi Arsenal'. Keduanya memiliki kesamaan dalam hal kepemimpinan, kegigihan, dan kemampuan mendistribusikan bola. Xhaka, yang kini berusia 33 tahun, bahkan dipuji sebagai salah satu gelandang terbaik di Eropa oleh pengamat Sky Sports, Dougie Critchley, dan dinilai sebagai 'salah satu gelandang terbaik dunia' oleh jurnalis Sam Dean.
Arsenal saat ini membidik Guimaraes sebagai jawaban atas kebutuhan lini tengah. Klub telah membuka komunikasi awal dengan perwakilan pemain berusia 28 tahun itu dan menawarkan dana sekitar ยฃ55 juta. Namun, Newcastle menolak tawaran tersebut dan menyatakan bahwa Guimaraes tidak dijual. Meski demikian, kontrak sang pemain hanya tersisa dua tahun, dan ia dikabarkan tidak berniat memperpanjang masa baktinya di St James' Park. Situasi ini membuka peluang bagi Arsenal untuk melakukan negosiasi resmi antar klub dalam waktu dekat.
Jika Guimaraes bergabung, ia akan berduet dengan Declan Rice di lini tengah. Kombinasi ini dinilai bakal menjadi salah satu yang paling ditakuti di Premier League, mengingat keduanya memiliki karakter petarung dan kemampuan teknis yang mumpuni. Namun, kepergian Xhaka pada 2023 lalu meninggalkan celah yang belum sepenuhnya terisi. Setelah Rice datang, Arteta sempat memadukannya dengan Thomas Partey dan Martin Zubimendi, namun performa Zubimendi menurun drastis pada akhir musim 2025/26 karena kelelahan akibat minimnya rotasi.
Xhaka, yang sempat menjadi kambing hitam dan kehilangan ban kapten setelah insiden dengan suporter Crystal Palace, justru menunjukkan performa gemilang di musim terakhirnya bersama Arsenal dengan sembilan gol. Kemampuannya dalam melepaskan umpan diagonal panjang menjadi salah satu aset yang paling dirindukan. Pelatih Bayer Leverkusen, Xabi Alonso, bahkan dikabarkan ingin membawanya ke Chelsea, meski peluang kepindahan itu tipis.
Bagi Arsenal, mendatangkan Guimaraes tentu akan menjadi pernyataan ambisi yang kuat. Namun, keputusan melepas Xhaka dengan harga murah kini terlihat seperti langkah yang kurang tepat. Arteta mungkin kerap bertanya-tanya, 'bagaimana jika Xhaka masih berseragam Arsenal?' Di tengah upaya merekrut gelandang baru, The Gunners harus memastikan bahwa lubang yang ditinggalkan Xhaka benar-benar tertambal, bukan sekadar ditutup sementara.
Ke depannya, apakah Arsenal akan mengulangi kesalahan dengan melepas pemain berkarakter kuat seperti Xhaka, atau justru belajar dari masa lalu? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan, saat bursa transfer musim panas memasuki fase krusial.



