Menuju Jakarta Global: Pemprov Gelontorkan KJP, RS Baru, hingga MRT Fase 2A
Baca dalam 60 detik
- Pemprov DKI Jakarta memaparkan enam prioritas pembangunan dalam rangka HUT ke-499, mencakup pendidikan, kesehatan, sosial, infrastruktur, transportasi, dan tata kelola.
- Lebih dari 707 ribu siswa akan menerima KJP Plus Tahap I 2026, sementara pembangunan RS Royal Batavia dan RS internasional di Grogol mulai digarap.
- Ekonomi Jakarta tumbuh 5,59 persen pada triwulan I 2026, menjadi modal mewujudkan visi kota global yang tetap manusiawi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membeberkan enam program prioritas yang akan dijalankan sepanjang tahun ini, mulai dari penyaluran Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus kepada lebih dari 707 ribu siswa hingga pembangunan infrastruktur transportasi massal MRT Fase 2A. Rencana tersebut disampaikan Wakil Gubernur Rano Karno dalam Rapat Paripurna DPRD pekan ini, bertepatan dengan peringatan HUT ke-499 Kota Jakarta.
Rano menegaskan bahwa satu tahun menjelang usia lima abad, Jakarta harus bertransformasi menjadi kota global yang kompetitif namun tetap berpihak pada warganya. "Momentum ini harus menjadi titik tolak untuk menyiapkan masa depan kota yang lebih maju, berdaya saing, berkelanjutan, sekaligus lebih manusiawi," ujarnya. Ia menambahkan, Jakarta harus terbuka bagi dunia, kuat secara ekonomi, namun hangat dalam kemanusiaan.
Di sektor pendidikan, Pemprov menargetkan penyaluran KJP Plus Tahap I 2026 menjangkau 707 ribu peserta didik. Selain itu, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) akan diberikan kepada 15 ribu mahasiswa. Program sekolah swasta gratis di 103 sekolah swasta dan pemutihan ijazah juga menjadi perhatian. Pemerintah juga tengah mengembangkan skema Beasiswa Unggulan Daerah untuk menjaring talenta lokal.
Bidang kesehatan mendapat alokasi besar melalui pembangunan Rumah Sakit Royal Batavia Cakung dan persiapan rumah sakit daerah berstandar internasional di Grogol Petamburan. Layanan home service bernama Pasukan Putih serta layanan kesehatan mental 24 jam JakCare juga akan diperluas. Sementara itu, bantuan sosial disalurkan melalui Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), dan Kartu Anak Jakarta (KAJ) yang totalnya mencapai 187.706 penerima manfaat.
Infrastruktur dan lingkungan juga menjadi fokus dengan revitalisasi permukiman, penambahan ruang terbuka hijau, pembangunan embung, serta perluasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan H.R. Rasuna Said. Di sektor transportasi, pembangunan MRT Jakarta Fase 2A dan LRT Jakarta Fase 1B terus berlanjut, ditambah penguatan integrasi sistem transportasi publik berbasis transit.
Tata kelola kota diperkuat melalui integrasi sistem CCTV secara real time yang terhubung dengan aparat keamanan, mendukung pengelolaan kota berbasis data. Rano juga mengungkapkan bahwa ekonomi Jakarta tumbuh 5,59 persen pada triwulan I 2026, dengan kontribusi 16,67 persen terhadap perekonomian nasional. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup melalui pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.
Dengan berbagai program tersebut, Jakarta diharapkan tidak hanya menjadi pusat ekonomi nasional, tetapi juga kota yang layak huni bagi seluruh warganya. Pertanyaannya, apakah realisasi di lapangan akan sejalan dengan janji yang disampaikan? Warga Jakarta tentu menanti bukti nyata dari setiap program yang dicanangkan.



