Leeds Siap Bayar Rp500 Miliar demi Igor Paixao: Lebih Komplet dari Okafor?
Baca dalam 60 detik
- Leeds United mengincar winger Marseille, Igor Paixao, dengan tawaran awal sekitar ยฃ30 juta untuk menambah daya gedor lini serang.
- Performa Paixao musim lalu di Ligue 1 dan Eredivisie menunjukkan keseimbangan mencetak dan menciptakan gol, sesuatu yang kurang dimiliki Okafor.
- Negosiasi masih alot karena Marseille membanderol ยฃ42 juta; kesepakatan bergantung pada kompromi kedua klub sebelum bursa tutup.

Leeds United dikabarkan siap menggelontorkan dana hingga ยฃ30 juta atau setara Rp500 miliar untuk memboyong winger asal Brasil, Igor Paixao, dari Marseille. Langkah ini menjadi sinyal ambisi klub asal Yorkshire tersebut untuk memiliki opsi sayap kiri yang lebih produktif ketimbang Noah Okafor, yang dinilai kurang tajam dalam hal kreasi peluang musim lalu.
Menurut laporan Foot Mercato, manajemen Leeds yang dipegang 49ers Enterprises telah mengajukan penawaran awal untuk pemain berusia 26 tahun itu. Namun, Marseille masih mematok harga lebih tinggi, sekitar ยฃ42 juta. Selisih nilai yang cukup signifikan ini memaksa kedua klub duduk bersama untuk mencari titik temu sebelum jendela transfer musim panas ditutup.
Igor Paixao bukan nama asing di kancah sepak bola Eropa. Sebelum hijrah ke Prancis, ia tampil impresif bersama Feyenoord dengan torehan 18 gol dan 14 assist dalam 47 pertandingan di semua kompetisi pada musim 2024/25. Musim lalu bersama Marseille, ia kembali menunjukkan konsistensi dengan enam gol dan lima assist di Ligue 1, sekaligus menempatkannya di jajaran pemain sayap paling produktif di liga tersebut.
Jika dibandingkan dengan Okafor, Paixao tampil lebih seimbang. Okafor memang mencetak delapan gol di Premier League musim lalu, tetapi hanya mencatatkan satu assist dalam 28 penampilan. Ia bahkan kesulitan bersaing dalam metrik kreativitas di antara pemain sekelasnya. Situasi ini membuat pelatih Daniel Farke membutuhkan sosok yang bisa menjadi ancaman ganda: mencetak gol sekaligus memberi assist untuk rekan setim.
Menariknya, tidak ada satu pun pemain Leeds musim lalu yang mampu menembus lima gol dan lima assist di liga. Ini menunjukkan bahwa Paixao, dengan kemampuan mencetak dan menciptakan peluang, bisa menjadi solusi yang selama ini dicari Farke. Gaya bermainnya yang eksplosif dan mampu memotong dari sisi kiri dengan kaki kanan menjadi nilai jual utama yang membuatnya layak dikejar.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kabar ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa berlomba memperkuat sayap kiri dengan pemain yang memiliki profil lengkap. Di tengah maraknya pemain Asia Tenggara yang merambah liga Eropa, langkah Leeds ini bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya keseimbangan antara mencetak gol dan menciptakan peluang. Selain itu, nilai transfer yang fantastis mengingatkan kita bahwa bursa transfer musim panas selalu menyajikan drama negosiasi yang seru.
Paixao sendiri digambarkan sebagai pemain yang "eksplosif" oleh analis Connor McGilligan. Kemampuannya bermain di beberapa posisi menyerang, baik sebagai winger murni maupun second striker, memberikan fleksibilitas taktis bagi Farke. Jika transfer ini terwujud, Leeds akan memiliki opsi serangan yang lebih variatif, terutama saat menghadapi tim-tim yang bertahan rapat.
Namun, masih ada pekerjaan rumah besar bagi manajemen Leeds untuk menyamakan persepsi harga dengan Marseille. Jika kedua belah pihak tidak menemukan kompromi, bukan tidak mungkin Paixao bertahan di Prancis dan Leeds harus mencari alternatif lain. Pertanyaannya, apakah 49ers Enterprises berani menaikkan tawaran demi mendapatkan pemain yang dianggap lebih komplet dari Okafor? Atau justru mereka akan mengalihkan target ke pemain lain yang lebih murah? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan arah kebijakan transfer Leeds musim panas ini.



