Socceroos Ukir Sejarah Baru: Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia Dua Edisi Beruntun
Baca dalam 60 detik
- Australia memastikan tempat di babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang tanpa gol melawan Paraguay, mencatatkan lolos ke fase gugur dua kali berturut-turut untuk pertama kalinya.
- Pelatih Tony Popovic memuji perkembangan pemain mudanya, sementara gelandang Jackson Irvine menargetkan kemenangan perdana Australia di babak knockout Piala Dunia.
- Bek berusia 18 tahun Lucas Herrington menjadi starter termuda Australia di Piala Dunia pria, menunjukkan performa gemilang di lini belakang.

Australia memastikan diri melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang 0-0 melawan Paraguay di San Francisco Bay Area Stadium, Selasa (25/6). Hasil ini membuat Socceroos untuk pertama kalinya dalam sejarah menembus fase gugur pada dua edisi Piala Dunia secara beruntun.
Dalam laga penentu Grup D tersebut, Australia tampil dominan sepanjang pertandingan. Meski gagal mencetak gol, pasukan Tony Popovic menunjukkan pertahanan kokoh yang nyaris tidak memberi peluang berarti bagi Paraguay. Penguasaan bola dan tekanan konstan membuat Australia layak mendapatkan hasil imbang yang cukup untuk melaju ke babak selanjutnya.
"Anak-anak muda ini belajar sambil bermain. Saya melihat mereka tumbuh sebagai pemain dan pribadi, matang dan siap menghadapi tantangan terbesar," ujar Popovic dalam konferensi pers sebelum laga. Pernyataan itu terbukti di lapangan, di mana para pemain Australia tampil disiplin dan percaya diri.
Gelandang Jackson Irvine menegaskan pencapaian ini adalah buah kerja keras tim. "Lolos dua kali berturut-turut, finis kedua di grup, adalah pencapaian luar biasa. Ini langkah maju bagi kami," katanya kepada FIFA usai pertandingan. Irvine juga menambahkan bahwa target selanjutnya adalah menjadi tim Australia pertama yang memenangkan laga knockout di Piala Dunia.
Satu lagi sorotan positif adalah debut gemilang Lucas Herrington, bek tengah berusia 18 tahun yang bermain untuk Colorado Rapids di MLS. Ia menjadi pemain termuda yang menjadi starter bagi Australia di Piala Dunia pria. Sepanjang laga, Herrington tampil tanpa cela, baik dalam bertahan maupun membangun serangan. "Ini mimpi yang menjadi kenyataan. Saya tidak sabar menanti babak knockout," ujarnya.
Bagi Indonesia, keberhasilan Australia ini menjadi contoh bagaimana sebuah tim dari kawasan Asia-Pasifik bisa bersaing di level tertinggi. Dengan populasi yang tidak jauh berbeda, prestasi Australia menunjukkan pentingnya pembinaan pemain muda dan konsistensi strategi. Timnas Indonesia, yang tengah membangun skuad untuk masa depan, bisa belajar dari perjalanan Australia yang kini menjadi langganan Piala Dunia.
Australia masih menunggu lawan di babak 32 besar. Namun, dengan pertahanan solid dan semangat juang tinggi, Popovic optimistis timnya mampu memberikan perlawanan sengit kepada siapa pun. Pertanyaan besarnya: akankah Australia akhirnya memecahkan rekor buruk di fase gugur dan melangkah lebih jauh?



