Manu Koné Bersinar di Piala Dunia 2026, Arsenal dan Inter Siap Bersaing
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Roma Manu Koné tampil impresif bersama Prancis di Piala Dunia 2026, menggeser Aurelien Tchouameni sebagai starter.
- Nilai transfer Koné diperkirakan melonjak di atas €50 juta setelah performa gemilangnya, menarik minat Arsenal dan Inter Milan.
- Roma berpotensi meraup keuntungan besar jika melepas Koné, yang dibeli seharga €18 juta pada 2024.

Gelandang AS Roma, Manu Koné, sukses mencuri perhatian di Piala Dunia 2026 bersama tim nasional Prancis. Performa apiknya di lini tengah Les Bleus tak hanya memperkuat posisinya di starting XI, tetapi juga mendongkrak nilai transfernya di atas €50 juta, memicu persaingan ketat antara Arsenal dan Inter Milan.
Pemain berusia 25 tahun itu diprediksi akan kembali menjadi starter pada laga kedua fase grup melawan Norwegia, Kamis dini hari WIB. Pertandingan ini menjadi duel perebutan puncak klasemen Grup C. Kepercayaan penuh dari pelatih Didier Deschamps membuat Koné berhasil menggeser Aurelien Tchouameni, yang sebelumnya menjadi andalan di lini tengah. Menurut laporan media Prancis, Koné dinilai unggul dalam etos kerja, positioning, dan kemampuannya menghadapi tekanan.
Kenaikan pamor Koné di panggung internasional bukanlah kejutan. Sebelum turnamen, ia telah menjadi starter dalam empat dari enam laga kualifikasi Piala Dunia. Konsistensi ini membuat namanya makin diperhitungkan di bursa transfer Eropa. Inter Milan sudah lama mengincar sang gelandang, bahkan sejak musim panas lalu dan Januari 2026, namun Roma saat itu menolak melepasnya.
Kini, Arsenal muncul sebagai pesaing serius. Klub asal London Utara itu dikabarkan siap mengajukan tawaran untuk mengamankan jasa Koné. Situasi ini menjadi dilema bagi Roma, yang baru saja lolos ke Liga Champions dan berharap bisa mempertahankan pemain kuncinya. Namun, tawaran menggiurkan dari Arsenal bisa mengubah segalanya, terutama jika sang pemain tergoda untuk pindah.
Dari sisi finansial, melepas Koné bisa menjadi keputusan bisnis yang cerdas bagi Roma. Dengan harga beli €18 juta pada 2024, penjualan di atas €50 juta akan memberikan keuntungan bersih yang besar. Namun, kehilangan pemain sekaliber Koné di tengah ambisi klub di Liga Champions tentu bukan perkara mudah. Keseimbangan antara kebutuhan olahraga dan peluang finansial akan menjadi pertimbangan utama bagi manajemen I Giallorossi.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perkembangan ini menarik untuk diikuti. Persaingan klub-klub besar Eropa seperti Arsenal dan Inter Milan dalam merebut pemain top selalu menjadi sorotan. Selain itu, performa Koné di Piala Dunia 2026 juga bisa menjadi inspirasi bagi pemain muda Indonesia yang bercita-cita menembus level tertinggi sepak bola Eropa. Apakah Roma akan bertahan atau justru memanfaatkan momen ini untuk meraup keuntungan besar? Keputusan mereka akan menjadi salah satu cerita transfer paling menarik musim panas nanti.



