Aston Villa Siap Rekrut Dion Lopy, Gelandang Bertahan Senegal dari Almeria
Baca dalam 60 detik
- Aston Villa mengajukan tawaran €15 juta untuk Dion Lopy, gelandang Senegal yang menjadi andalan Almeria di Segunda Division.
- Kedalaman skuad Villa di lini tengah yang tergerus cedera membuat mereka memburu opsi murah seperti Lopy ketimbang Ilaix Moriba yang lebih mahal.
- Kesepakatan disebut hampir rampung, meski ada minat dari klub Premier League dan Bundesliga lain.

Aston Villa dikabarkan hampir menyelesaikan transfer gelandang Senegal Dion Lopy dari Almeria setelah mengajukan tawaran senilai €15 juta atau sekitar £13 juta. Langkah ini diambil untuk memperkuat lini tengah yang sempat dilanda krisis cedera pada akhir musim lalu.
Lopy, yang baru mengoleksi lima caps bersama Senegal, tidak dibawa ke Piala Dunia 2022 meski negaranya lolos ke babak gugur. Namun, pemain berusia 24 tahun ini tetap menjadi pilar penting Almeria sejak bergabung dari Reims tiga musim lalu. Klub asal Spanyol itu kini bermain di Segunda Division setelah gagal promosi dua musim beruntun, termasuk kekalahan agregat 2-1 dari Malaga di playoff.
Menurut laporan Cadena Ser yang dikutip Sport Witness, Villa memimpin perburuan Lopy dan kesepakatan disebut "hampir pasti jadi". Almeria sendiri sudah menganggap kepergian Lopy tak terhindarkan karena mereka gagal mencapai target promosi ke La Liga. Meski demikian, ada klub lain dari Premier League dan Bundesliga yang juga memantau situasi ini.
Villa sebenarnya juga mendapat lampu hijau untuk merekrut Ilaix Moriba dari Celta Vigo, namun gelandang asal Guinea itu dibanderol £25 juta. Dengan keterbatasan Financial Fair Play, Lopy menjadi alternatif lebih terjangkau. Apalagi, Villa sudah memastikan tiket ke Liga Champions musim depan, sehingga daya tarik klub meningkat.
Dari segi statistik, Lopy unggul dalam aspek defensif. Ia mencatat rata-rata 5,6 recoveries dan 0,8 intersepsi per 90 menit di Segunda Division, sementara Lamare Bogarde—yang kerap menjadi pemain serbaguna di Villa—hanya mencatat 3,7 recoveries dan 0,4 intersepsi per 90 di Premier League. Meski level kompetisi berbeda, angka tersebut menunjukkan potensi Lopy sebagai gelandang bertahan yang solid.
Jika transfer ini tuntas, Villa kemungkinan akan mengesampingkan rencana merekrut Moriba. Namun, persaingan di lini tengah Villa cukup ketat dengan kehadiran Youri Tielemans, Boubacar Kamara, dan Bogarde. Lopy mungkin butuh waktu untuk beradaptasi dengan Premier League setelah tiga musim di kasta kedua Spanyol, meski ia pernah bermain di Ligue 1 bersama Reims.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Villa ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub Premier League mulai melirik pemain dari liga sekunder Eropa sebagai solusi ekonomis. Tren ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang kerap kesulitan bersaing di bursa transfer pemain asing mahal. Lopy, yang berusia 24 tahun, masih memiliki potensi berkembang dan bisa menjadi contoh pemain Afrika yang sukses menembus Premier League.
Ke depan, pertanyaan terbesar adalah apakah Lopy mampu bersaing di tim yang akan tampil di Liga Champions. Jika ia berhasil, ini akan menjadi bukti bahwa investasi pada pemain dari divisi bawah bisa memberikan keuntungan besar. Namun, jika gagal beradaptasi, Villa harus siap dengan rencana cadangan di bursa transfer berikutnya.



