Shakhtar Donetsk Berlabuh ke London? Brentford Tawarkan Stadion untuk Liga Champions
Baca dalam 60 detik
- Brentford dan Shakhtar Donetsk tengah bernegosiasi untuk menjadikan Gtech Community Stadium sebagai kandang sementara klub Ukraina di Liga Champions 2026-27.
- Shakhtar terpaksa bermain di luar negeri sejak invasi Rusia, sebelumnya menggunakan venue di Slovenia dan Polandia.
- Kesepakatan ini bisa menjadi solusi logistik bagi Shakhtar dan sumber pendapatan tambahan bagi Brentford.

Klub Liga Premier Inggris, Brentford, dikabarkan tengah menjajaki kesepakatan dengan Shakhtar Donetsk untuk menyediakan stadion mereka sebagai markas sementara klub Ukraina tersebut pada ajang Liga Champions musim 2026-27. Langkah ini muncul sebagai respons atas kendala geopolitik yang masih membayangi sepak bola Ukraina akibat invasi Rusia.
Shakhtar Donetsk, yang secara otomatis lolos ke fase liga Liga Champions musim depan setelah juara bertahan Paris Saint-Germain memastikan tiket melalui gelar Ligue 1, terpaksa kembali mencari kandang netral. Sejak perang berkecamuk di Ukraina, klub berjuluk The Miners itu tak bisa menggunakan Donbas Arena dan telah menggelar laga Eropa di Ljubljana, Slovenia, serta Krakow, Polandia, pada musim lalu.
Gtech Community Stadium milik Brentford, yang berkapasitas 17.250 kursi, dinilai memenuhi standar UEFA untuk menggelar pertandingan Liga Champions. Menurut sumber BBC Sport, UEFA tidak keberatan dengan rencana tersebut selama mendapat izin dari otoritas setempat. Brentford sendiri sudah terbiasa menyewakan stadionnya untuk berbagai acara, termasuk laga persahabatan internasional dan turnamen sepak bola wanita World Sevens, yang menjadi sumber pemasukan tambahan bagi klub.
Seorang pejabat Shakhtar mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah bernegosiasi dengan beberapa venue di Inggris dan Jerman. βKami tidak akan berkomentar hingga keputusan diumumkan dalam waktu dekat,β ujarnya. Brentford pun enggan berkomentar resmi, namun sumber internal menyebut diskusi berlangsung positif.
Bagi Brentford, kesepakatan ini bukan sekadar bisnis sewa stadion. Di tengah absennya Chelsea dan Tottenham dari pentas Eropa, London hanya akan memiliki Arsenal (Liga Champions) dan Crystal Palace (Europa League) sebagai wakil. Kondisi ini memberi kelonggaran jadwal bagi Gtech Community Stadium jika harus mengakomodasi laga Shakhtar yang kemungkinan besar dijadwalkan pada hari Selasa atau Rabu, sama seperti Arsenal.
Konteks Indonesia: Meski tidak langsung terkait, perkembangan ini menarik bagi penggemar sepak bola Tanah Air yang mengikuti Liga Champions. Stadion Brentford yang relatif kecil namun modern menjadi bukti bahwa venue dengan kapasitas terbatas tetap bisa menjadi tuan rumah partai akbar Eropa. Hal ini bisa menjadi referensi bagi pengelola stadion di Indonesia yang tengah berbenah menuju standar internasional.
Ke depan, keputusan Shakhtar akan menjadi indikator bagaimana klub-klub yang terdampak konflik beradaptasi dengan situasi darurat. Apakah Brentford akan menjadi βrumahβ baru bagi Shakhtar, atau justru Jerman yang dipilih? Jawabannya akan menentukan peta logistik sepak bola Eropa musim depan.



