Fotografer Singapura Raih Momen Puncak: Foto Ronaldo Diapresiasi dan Dikreditkan Bintang Portugal
Baca dalam 60 detik
- Edmund Wong, fotografer lepas asal Singapura, berhasil mengabadikan momen selebrasi Cristiano Ronaldo bersama tim Portugal di Piala Dunia 2026, yang kemudian diunggah ulang oleh sang megabintang.
- Ronaldo awalnya tidak mencantumkan kredit, namun setelah desakan warganet dan negosiasi langsung dengan timnya, akun Instagram @cristiano diperbarui dengan menyertakan nama Wong.
- Peristiwa ini membuka peluang besar bagi Wong untuk dikenal lebih luas di industri fotografi olahraga, sekaligus menjadi contoh bagaimana kreator independen bisa mendapatkan pengakuan dari figur global.

Seorang fotografer lepas asal Singapura, Edmund Wong, mencatatkan pencapaian karier yang tak terlupakan ketika foto jepretannya tentang Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026 tidak hanya diunggah ulang oleh sang megabintang, tetapi juga mendapatkan kredit resmi setelah melalui proses negosiasi yang tidak biasa.
Wong, 30 tahun, yang telah terakreditasi FIFA untuk turnamen ini, berhasil menangkap momen Ronaldo merayakan gol bersama rekan setimnya saat Portugal menghancurkan Uzbekistan 5-0 pada 24 Juni lalu. Keesokan harinya, Ronaldo mengunggah foto tersebut ke akun Instagram pribadinya yang memiliki lebih dari 669 juta pengikut dengan keterangan "Unidos!". Namun, unggahan itu awalnya tidak menyebutkan nama fotografernya.
Bagi Wong, momen itu campuran antara kegembiraan dan kegelisahan. "Saya sangat bersyukur foto saya dilihat oleh pemain sekelas Ronaldo, tapi sebagai profesional media, saya juga ingin mendapatkan kredit yang layak," ujarnya kepada CNA Lifestyle. Ia kemudian mengirim pesan langsung ke akun Ronaldo dan membuat unggahan di Instagram yang secara jenaka menuliskan, "@cristiano mari kita bahas pembayaran dan syarat penggunaan?" disertai emoji.
Reaksi warganet pun meluas. Puluhan komentar di unggahan Ronaldo mendesak agar sang pemain memberikan kredit kepada Wong, yang akun Instagram-nya @muuund. "Yang benar-benar GOAT di sini adalah fotografer @muuund โ tolong beri kredit yang pantas," tulis salah satu warganet. Tekanan publik ini akhirnya membuahkan hasil. Tim Ronaldo menghubungi Wong melalui email dan melakukan panggilan telepon, yang berujung pada pembaruan unggahan dengan menyertakan nama fotografer.
Kisah Wong menjadi sorotan karena menunjukkan bagaimana fotografer independen bisa mendapatkan pengakuan dari figur global, meskipun tanpa dukungan agensi besar. Bagi fotografer Indonesia, peristiwa ini bisa menjadi inspirasi bahwa kualitas karya dan kegigihan dalam memperjuangkan hak cipta dapat membuka pintu ke panggung internasional. Di tengah maraknya penggunaan konten tanpa izin, langkah Wong yang berani menegosiasikan kredit menjadi contoh penting tentang pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual di era digital.
Wong, yang mulai serius menekuni fotografi olahraga pada 2022, mengaku masih belum percaya dengan apa yang terjadi. "Dari pertama kali tahu, sungguh menyenangkan Ronaldo menyukai foto saya dan membagikannya. Saya masih memproses semuanya," katanya. Ia kini berencana untuk terus membagikan pengalaman di balik layar sebagai fotografer Piala Dunia, dengan target meliput sebanyak mungkin pertandingan, termasuk laga final.
Ke depannya, akankah semakin banyak fotografer lepas yang berani menuntut kredit dari figur publik? Atau justru sebaliknya, para atlet akan lebih proaktif memberikan atribusi sejak awal? Kisah Wong setidaknya membuka diskusi tentang etika berbagi konten di media sosial, terutama ketika menyangkut karya profesional yang bernilai jual tinggi.



