Pemerintah Suntik Rp 400 Triliun ke Bank Himbara, Purbaya Jamin Likuiditas Aman
Baca dalam 60 detik
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan menempatkan dana hingga Rp 400 triliun di bank-bank Himbara untuk mengatasi ketatnya likuiditas akibat tekanan rupiah.
- Keputusan ini diambil setelah pertemuan dengan direksi Himbara yang mengkhawatirkan kondisi likuiditas dalam dua pekan terakhir.
- Dana tersebut bersumber dari saldo anggaran lebih (SAL) pemerintah di Bank Indonesia yang mencapai Rp 590 triliun, memberikan bantalan likuiditas yang kuat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumpulkan jajaran direksi bank-bank himpunan milik negara (Himbara) pada Jumat pagi (26/6/2026) untuk membahas likuiditas perbankan yang sempat mengetat akibat tekanan kurs rupiah terhadap dolar AS. Hasilnya, pemerintah memutuskan menempatkan dana segar hingga Rp 400 triliun di bank-bank pelat merah, langkah yang diyakini akan meredakan ketegangan di sektor perbankan.
Purbaya mengungkapkan bahwa para direksi datang ke pertemuan dengan kekhawatiran tinggi. "Mereka datang deg-degan, sudah mau marah segala macam," katanya di kantornya, Jakarta. Dalam dua minggu terakhir, kondisi likuiditas menjadi sorotan utama para bankir, yang setiap hari memonitor pergerakan dana. Keputusan pemerintah untuk mengalirkan dana yang sebelumnya menganggur di Bank Indonesia (BI) ke bank-bank seperti Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI diharapkan mampu menstabilkan situasi.
Pemerintah sebelumnya telah menempatkan dana sekitar Rp 300 triliun di Himbara tahun lalu, namun sebagian ditarik kembali beberapa bulan terakhir hingga tersisa Rp 170 triliun. Kini, pemerintah memasukkan kembali dana tersebut secara bertahap: pertama mengembalikan ke Rp 200 triliun, lalu menambah Rp 100 triliun dua kali hingga akhir tahun, sehingga total mencapai Rp 400 triliun. Selain itu, terdapat fleksibilitas tambahan Rp 70-100 triliun yang bisa ditarik atau disetor sesuai kebutuhan.
Menurut Purbaya, dengan suntikan dana ini, bank-bank Himbara mengaku sudah tenang terkait ketahanan likuiditas. "Yasudah saya bilang kamu besok libur saja semua. Sabtu bisa libur lagi, artinya kondisinya lebih bagus daripada yang mereka perkirakan sebelumnya," ucapnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa tekanan likuiditas yang sempat mengkhawatirkan kini telah teratasi.
Kemampuan pemerintah menempatkan dana sebesar itu tidak terlepas dari saldo anggaran lebih (SAL) yang mencapai Rp 590 triliun di Bank Indonesia. "Kita punya Rp 590 triliun cash, itu kebanyakan," tegas Purbaya. Dengan cadangan kas yang melimpah, pemerintah memiliki ruang fiskal yang luas untuk menjaga stabilitas sektor keuangan, terutama di tengah volatilitas nilai tukar.
Bagi pelaku pasar dan investor, langkah ini menjadi sinyal bahwa pemerintah siap bertindak sebagai jaring pengaman likuiditas perbankan. Namun, pertanyaan ke depan adalah apakah tekanan rupiah akan kembali mereda atau justru berlanjut, mengingat faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga global masih belum pasti. Dengan dana Rp 400 triliun yang ditempatkan, bank-bank Himbara diharapkan dapat terus menyalurkan kredit tanpa hambatan likuiditas.



