Lee Zii Jia Tersingkir, Malaysia Pulang dari US Open Tanpa Gelar
Baca dalam 60 detik
- Tunggal putra Malaysia, Lee Zii Jia, gagal melaju ke babak ketiga US Open setelah dikalahkan K. Srikanth dari India dua gim langsung.
- Kekalahan ini mengakhiri seluruh wakil Malaysia di turnamen BWF Super 300 yang berlangsung di California.
- Hasil ini menjadi pengingat bagi pebulutangkis Asia Tenggara akan ketatnya persaingan di level internasional, termasuk bagi Indonesia yang masih memiliki wakil.

Kiprah Malaysia di ajang US Open 2025 resmi berakhir setelah tunggal putra andalan mereka, Lee Zii Jia, takluk dari wakil India, K. Srikanth, di babak kedua, Kamis (25/6). Bertanding di Titan Gymnasium, California State University Fullerton, Zii Jia kehilangan ritme permainan dan menyerah dengan skor 14-21, 13-21 dalam waktu 38 menit.
Kekalahan ini menjadi pukulan bagi skuat Negeri Jiran yang sebelumnya menaruh harapan besar pada Zii Jia. Pebulutangkis berusia 27 tahun itu memang tengah dalam masa pemulihan performa setelah sempat mengalami cedera dan penurunan peringkat. Namun, lawannya kali ini tampil agresif dengan pukulan-pukulan silang yang menyulitkan pertahanan Zii Jia.
Nasib serupa dialami pebulutangkis Malaysia lainnya, Cheam June Wei, yang harus mengakui keunggulan Misha Zilberman asal Israel dengan skor 15-21, 19-21. Dengan demikian, tak ada satu pun wakil Malaysia yang tersisa di turnamen BWF Super 300 tersebut.
Bagi Indonesia, hasil ini menjadi pengingat akan pentingnya konsistensi di turnamen level menengah seperti US Open. Meski bukan turnamen elite, ajang ini kerap menjadi batu loncatan bagi pemain muda atau pemain yang sedang bangkit dari cedera. Indonesia sendiri masih memiliki beberapa wakil di nomor ganda yang berpeluang melaju jauh.
Menurut analis bulutangkis, kekalahan Zii Jia menunjukkan bahwa persaingan di sektor tunggal putra semakin ketat. Pemain seperti K. Srikanth, yang sempat mengalami cedera dan penurunan performa, kini mulai menunjukkan tajinya kembali. Hal ini menjadi sinyal bagi pemain Indonesia seperti Anthony Sinisuka Ginting atau Jonatan Christie untuk tidak meremehkan lawan-lawan di peringkat bawah.
Ke depan, Lee Zii Jia dijadwalkan akan tampil di Japan Open dan Korea Open dalam beberapa pekan mendatang. Pertanyaan besarnya, mampukah ia bangkit kembali dan bersaing di level tertinggi? Atau justru hasil di US Open ini menjadi awal dari kemunduran kariernya? Hanya waktu yang bisa menjawab.



