Jokowi Awali Safari Politik di Lampung, Kenakan Atribut PSI
Baca dalam 60 detik
- Presiden ke-7 Joko Widodo memulai tur keliling Indonesia dengan kunjungan ke Lampung, menggunakan kemeja dan topi bermerek PSI.
- Langkah ini menandai awal dari rangkaian agenda politik yang padat, melibatkan relawan dan partai, selama tiga hari di provinsi tersebut.
- Safari ini dipandang sebagai upaya memperkuat basis dukungan menjelang dinamika politik nasional ke depan.

Joko Widodo, Presiden ke-7 Republik Indonesia, memulai safari politik keliling Nusantara dengan menginjakkan kaki di Lampung, Jumat (26/6) pagi. Kehadirannya di Bandara Adi Soemarmo, Solo, sekitar pukul 06.10 WIB, menjadi titik awal perjalanan yang sarat muatan simbolis.
Mengenakan kemeja putih dengan logo Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di dada kanan serta topi bertanda serupa, Jokowi tampak santai namun penuh persiapan. "Ya siap saja," ujarnya singkat saat ditemui wartawan, menanggapi pertanyaan tentang kesiapannya.
Lampung dipilih sebagai destinasi pertama dari rangkaian agenda yang telah dirancang rapi. Jokowi mengaku akan menghabiskan tiga hari penuh di provinsi ujung selatan Sumatera itu. "Rundown acaranya sudah dibuat, baik dari relawan, dari PSI semuanya sudah padat," jelasnya, menegaskan bahwa perjalanan ini bukan sekadar kunjungan seremonial.
Pilihan Lampung sebagai titik awal bukan tanpa alasan. Provinsi ini dikenal sebagai salah satu basis dukungan kuat bagi Jokowi pada pemilu sebelumnya. Dengan mengunjungi daerah ini, ia tampaknya ingin merawat dan memperkuat jaringan politik yang telah terbangun. Kehadiran logo PSI di pakaiannya juga memicu diskusi tentang arah politiknya setelah lengser dari kursi presiden.
Para pengamat menilai langkah ini sebagai strategi untuk tetap relevan di panggung politik nasional. "Ini adalah sinyal bahwa Jokowi tidak akan menarik diri sepenuhnya dari politik praktis. Ia memilih untuk tetap terlibat, dan PSI menjadi kendaraan barunya," ujar seorang analis politik yang enggan disebut namanya.
Agenda di Lampung sendiri diperkirakan akan diisi dengan pertemuan dengan tokoh masyarakat, kunjungan ke sentra ekonomi rakyat, serta dialog dengan relawan. Jokowi belum merinci secara detail, namun ia memastikan bahwa semua kegiatan telah terjadwal dengan baik.
Ke depan, safari ini diprediksi akan berlanjut ke sejumlah provinsi lain. Pertanyaannya, apakah langkah Jokowi ini akan mampu membangun momentum politik yang signifikan, atau justru memicu kontroversi baru? Yang jelas, perjalanan ini menjadi babak baru dalam kiprahnya pasca-kepemimpinan nasional.



