Jokowi Mulai Safari Politik ke Lampung, Isyarat Manuver Jelang 2029?
Baca dalam 60 detik
- Presiden ke-7 Joko Widodo memulai kunjungan politik ke Lampung pada Jumat (26/6), dengan agenda penuh acara partai dan relawan.
- Safari tiga hari ini mencakup Rakorda PSI, pertemuan tokoh adat, kunjungan UMKM, dan acara budaya, menandai aktivitas politik pasca-kepresidenan.
- Langkah ini memicu spekulasi tentang rencana politik Jokowi ke depan, termasuk kemungkinan membangun pengaruh di luar Istana.

Mantan Presiden Joko Widodo mengawali rangkaian kunjungan ke sejumlah daerah dengan menyambangi Lampung, Jumat (26/6). Langkah ini menjadi sinyal pertama aktivitas politiknya setelah lengser dari kursi kepresidenan, sekaligus memicu pertanyaan tentang arah manuvernya di panggung politik nasional.
Jokowi dijadwalkan menghabiskan tiga hari di provinsi ujung selatan Sumatera itu. Agenda yang terungkap menunjukkan kombinasi antara acara partai, pertemuan dengan tokoh lokal, serta kegiatan bersama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ketua Brigade Rakyat Nusantara, Relly Reagan, mengonfirmasi bahwa pihaknya akan mendampingi Jokowi selama di Lampung. "Kita kan yang undang. Tapi ada kegiatan PSI yang memang banyak titiknya, akhirnya ya kegiatannya kita dampingin semua, kecuali acara internal," ujarnya saat dihubungi, Kamis (25/6).
Kunjungan ini tidak bisa dilepaskan dari konteks politik pasca-2024. Meski Jokowi telah menyelesaikan dua periode sebagai presiden, pengaruhnya di kalangan partai politik dan relawan masih kuat. Kehadirannya dalam acara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) β partai yang didukung putra bungsunya, Kaesang Pangarep β menegaskan bahwa ia masih menjadi figur sentral dalam dinamika koalisi menjelang Pemilu 2029.
Bagi pengamat politik, safari ini juga menjadi uji coba daya tarik Jokowi di luar Jawa. Lampung dipilih sebagai titik awal karena memiliki basis relawan yang solid dan kedekatan historis dengan program transmigrasi era Orde Baru yang sempat digaungkan kembali oleh pemerintahannya. "Ini bukan sekadar blusukan biasa. Ada pesan bahwa Jokowi masih bergerak, dan ia ingin menunjukkan bahwa basis politiknya tetap hidup," kata analis politik dari Universitas Indonesia, yang enggan disebut namanya.
Di sisi lain, kunjungan ke pondok pesantren dan tokoh adat menunjukkan upaya merawat jaringan tradisional yang selama ini menjadi penyangga elektoral. Pertemuan dengan UMKM juga menjadi pengingat akan citra Jokowi sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat kecil β citra yang ingin ia pertahankan meski tak lagi menjabat.
Pertanyaan yang kini mengemuka: apakah safari ini merupakan awal dari pembentukan poros politik baru, atau sekadar nostalgia dan silaturahmi? Dengan waktu yang masih panjang menuju 2029, setiap langkah Jokowi akan terus dibaca sebagai kalkulasi politik. Lampung mungkin baru permulaan.



