Remaja 15 Tahun Siap Pecahkan Rekor Tendulkar, Debut di Timnas India
Baca dalam 60 detik
- Vaibhav Sooryavanshi, 15 tahun, berpotensi menjadi debutan termuda dalam sejarah kriket internasional jika diturunkan melawan Irlandia.
- Pemain Rajasthan Royals itu mencetak 776 run dan 65 six di IPL musim ini, menunjukkan bakat luar biasa di usia belia.
- Pelatih pemukul India Sitanshu Kotak memuji kemampuan alaminya, namun keputusan akhir tetap di tangan kapten dan pelatih kepala.

Vaibhav Sooryavanshi, pemukil kidal berusia 15 tahun, berada di ambang sejarah sebagai debutan termuda dalam kriket internasional jika ia dipercaya memperkuat India dalam pertandingan T20 melawan Irlandia di Belfast, Jumat (13:30 BST). Jika dimainkan, ia akan memecahkan rekor Sachin Tendulkar yang melakukan debut di usia 16 tahun pada 1989.
Pelatih pemukul India, Sitanshu Kotak, dalam konferensi pers Kamis lalu, menyatakan tidak ragu dengan bakat Sooryavanshi. "Dia sangat berbakat, tidak perlu diragukan lagi. Cara dia memukul di IPL dan pertandingan lain menunjukkan kemampuan alaminya," ujar Kotak. Sooryavanshi menjadi pencetak run terbanyak di Indian Premier League (IPL) musim ini dengan 776 run dari 16 babak untuk Rajasthan Royals, termasuk rekor 65 six dalam satu musim.
Kotak menambahkan bahwa Sooryavanshi telah menghadapi bowler cepat seperti Jofra Archer di IPL tanpa menunjukkan rasa gentar. "Tidak ada yang mengganggunya," kata Kotak. Meski demikian, ia menegaskan bahwa keputusan akhir ada di tangan kapten dan pelatih kepala. "Menjatuhkan pemain yang sedang mencetak run juga tidak adil. Ada garis tipis antara memberi kesempatan dan bersikap tidak adil pada pemain lain," jelasnya.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, prestasi Sooryavanshi menjadi pengingat akan pentingnya pembinaan usia dini. Meski kriket belum sepopuler di India, perkembangan pemain muda seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi program pengembangan bakat di Tanah Air. Federasi Kriket Indonesia (Forki) dapat mempelajari sistem IPL yang mampu memunculkan bakat remaja ke panggung internasional.
Sooryavanshi sendiri disebut tidak merasa terbebani oleh ekspektasi. "Dia terlihat normal dalam perilakunya. Budaya tim kami akan membuatnya nyaman," ujar Kotak. Jika debutnya tertunda, Kotak optimistis kesempatan akan datang. "Dia masih bagian dari tim India, dan saya yakin dia akan mendapat kesempatan." Pertanyaan yang kini mengemuka: akankah manajemen India berani memberikan kepercayaan kepada seorang remaja di laga internasional, atau memilih mempertahankan pemain senior yang lebih berpengalaman?