Kapten Hoki Es Kanada Poulin Jalani Operasi Lutut, Karier di Ujung Tanduk?
Baca dalam 60 detik
- Marie-Philip Poulin, ikon hoki es putri dunia, akan menjalani operasi ACL dan meniskus pada akhir Juli setelah cedera yang kambuh di Olimpiade Milano Cortina.
- Cedera itu tidak menghalanginya membawa Montreal Victoire meraih gelar PWHL perdana dan dinobatkan sebagai MVP playoff.
- Operasi ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai masa depannya di level tertinggi, mengingat usianya yang sudah 33 tahun.

Kapten tim nasional Kanada, Marie-Philip Poulin, yang selama ini diakui sebagai pemain hoki es putri terbaik dunia, harus menjalani operasi pada lutut kanannya akibat robekan anterior cruciate ligament (ACL) dan meniskus. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh klubnya di Professional Women's Hockey League (PWHL), Montreal Victoire, pada Kamis (26/6) waktu setempat.
Cedera tersebut pertama kali dialami Poulin saat berlaga di Olimpiade Milano Cortina 2026, di mana Kanada harus puas dengan medali perak setelah kalah dari Amerika Serikat di perpanjangan waktu partai final. Cedera itu kambuh pada Maret lalu, namun ia tetap tampil membela Montreal dan sukses mengantarkan tim meraih gelar juara PWHL untuk pertama kalinya. Performa gemilangnya di babak playoff membuatnya dinobatkan sebagai pemain paling berharga (MVP).
Dalam pernyataan resmi yang dirilis klub, Poulin menegaskan bahwa operasi adalah langkah yang tak terhindarkan jika ia ingin terus bermain di level tertinggi. βJika saya ingin terus bermain di level tinggi, operasi adalah suatu keharusan,β ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa proses pemulihan akan menjadi prioritas utama dan ia bertekad untuk kembali lebih kuat.
Poulin, yang kini berusia 33 tahun, telah lama menjadi simbol keunggulan hoki es putri. Selain tiga medali emas Olimpiade, ia juga mengoleksi berbagai penghargaan individu. Cedera ini tentu menjadi ujian besar bagi kariernya yang gemilang. Absennya Poulin di dua pertandingan penyisihan grup Olimpiade lalu menunjukkan betapa seriusnya cedera ini, meski ia tetap mampu tampil di perempat final.
Bagi penggemar olahraga di Indonesia, kabar ini mungkin terasa jauh, namun menjadi pengingat bahwa cedera serius dapat mengancam karier atlet papan atas sekalipun. Di tengah minimnya sorotan terhadap hoki es di tanah air, kisah Poulin menunjukkan pentingnya manajemen cedera dan ketahanan mental atlet. Ke depannya, publik akan menanti apakah operasi ini akan menjadi titik balik atau justru awal dari akhir perjalanan sang legenda.