Croatia Tundukkan Ghana Lewat Gol Sucic dan Vlasic, Lolos ke Babak Gugur
Baca dalam 60 detik
- Petar Sucic dan Nikola Vlasic mencetak gol untuk membawa Croatia menang 2-1 atas Ghana, memastikan posisi runner-up Grup L.
- Kemenangan ini mengantarkan Croatia ke babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi peringkat kedua Grup K.
- Sucic menjadi pencetak gol termuda kedua bagi Croatia di Piala Dunia, setelah Josko Gvardiol pada 2022.

Zlatko Dalic membawa Croatia meraih kemenangan penting 2-1 atas Ghana dalam laga pamungkas Grup L, sekaligus memastikan tiket ke babak gugur Piala Dunia 2026. Gol dari Petar Sucic dan Nikola Vlasic menjadi pembeda di Stadion Internasional Khalifa, membuat Croatia finis di posisi kedua klasemen akhir grup.
Sejak awal pertandingan, Croatia menunjukkan ambisi untuk menang meski hasil imbang sudah cukup untuk melaju sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik. Skuad asuhan Dalic langsung menekan pertahanan Ghana. Pada menit ke-17, Vlasic nyaris membuka keunggulan setelah tembakan kaki kanannya dari jarak 20 yard hanya mengenai tiang gawang.
Gol yang dinanti akhirnya tiba pada menit ke-31. Sucic, gelandang Dinamo Zagreb, melepaskan tembakan keras dari jarak 30 yard yang menghujam pojok kiri gawang Ghana setelah melewati beberapa pemain bertahan. Itu adalah gol pertama Sucic di Piala Dunia dan menjadikannya pemain termuda kedua yang mencetak gol untuk Croatia di turnamen ini, setelah Josko Gvardiol (20 tahun 328 hari) pada edisi 2022.
Ghana yang sudah dipastikan lolos sebelumnya tampil kurang agresif di babak pertama. Satu-satunya ancaman serius datang dari Antoine Semenyo yang tembakannya melebar tipis menjelang turun minum. Namun, selepas jeda, permainan Ghana berubah. Mereka meningkatkan tekanan dan akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-73 melalui sundulan Derrick Luckassen memanfaatkan tendangan bebas.
Namun, keunggulan Ghana hanya bertahan sepuluh menit. Pada menit ke-83, Vlasic yang tidak terkawal di tiang dekat menyundul umpan sepak pojok Luka Modric untuk mengembalikan keunggulan Croatia. Gol tersebut menjadi bukti kelemahan Ghana dalam mengawal pemain di situasi bola mati, setelah sebelumnya mereka juga kebobolan dari skema serupa.
Bagi Indonesia, laga ini menyajikan pelajaran berharga tentang pentingnya transisi cepat dan efektivitas bola mati. Timnas Indonesia di bawah pelatih Shin Tae-yong kerap menghadapi masalah serupa saat melawan tim-tim kuat Asia. Kemampuan Croatia memanfaatkan momen dan ketenangan di bawah tekanan bisa menjadi referensi bagi Garuda untuk meningkatkan kualitas permainan, terutama dalam menghadapi lawan yang lebih diunggulkan.
Dengan hasil ini, Croatia melaju ke babak 16 besar dan akan menunggu lawan dari Grup K. Sementara itu, Ghana yang sudah memastikan tempat di fase gugur tetap harus waspada karena performa mereka di babak kedua memperlihatkan kerapuhan yang bisa dieksploitasi oleh lawan berikutnya. Pertanyaan besarnya: mampukah Croatia melangkah lebih jauh seperti pencapaian mereka di Piala Dunia 2022 saat finis ketiga?



