Korea Selatan Gagal Manfaatkan Peluang, Nasib di Piala Dunia 2026 Kini Tergantung Tim Lain
Baca dalam 60 detik
- Kekalahan 1-0 dari Afrika Selatan membuat Korea Selatan turun ke peringkat ketiga Grup A dengan tiga poin.
- Bek Lee Hanbeom mengakui timnya kalah dalam duel individu dan bola kedua, yang menjadi penyebab kekalahan beruntun.
- Korea Selatan masih berpeluang lolos sebagai salah satu dari delapan peringkat ketiga terbaik, namun harus menunggu hasil laga lain.

Korea Selatan harus menerima kenyataan pahit setelah kekalahan mengejutkan 1-0 dari Afrika Selatan pada laga pamungkas Grup A Piala Dunia 2026, Minggu (25/6). Hasil ini membuat tim asuhan Hong Myungbo kehilangan kendali atas nasib mereka sendiri dan kini harus bergantung pada hasil pertandingan lain untuk bisa melaju ke babak 32 besar.
Sejak awal turnamen, Korea Selatan tampil meyakinkan dengan kemenangan 2-1 atas Ceko. Namun, kekalahan tipis 1-0 dari Meksiko dan kemudian tumbang dari Afrika Selatan membuat mereka terpuruk di posisi ketiga dengan tiga poin dan selisih gol minus satu. Padahal, hasil imbang saja sudah cukup untuk melaju setelah Ceko dikalahkan Meksiko.
Bek FC Midtjylland, Lee Hanbeom, mengakui bahwa masalah defensif menjadi akar kekalahan timnya. "Kami kesulitan memenangkan bola kedua dan duel individu. Kami kalah di sebagian besar pertarungan satu lawan satu, dan kesalahan itu terus menumpuk hingga akhirnya kebobolan dan kalah," ujarnya kepada FIFA usai pertandingan. Lee menegaskan bahwa pola kekalahan melawan Meksiko dan Afrika Selatan serupa: dominasi penguasaan bola tidak diimbangi efektivitas di lini belakang.
Gelandang Borussia Mรถnchengladbach, Jens Castrop, juga menyuarakan kekecewaan. Ia menilai timnya tidak pantas kalah, namun mengakui kurangnya ketajaman di depan gawang. "Kami memulai turnamen dengan baik, lalu kebobolan gol yang tidak beruntung melawan Meksiko. Hari ini kami kebobolan karena mungkin kesalahan saya sendiri yang tidak menutup kaki dengan sempurna. Kami sudah berusaha maksimal, tetapi tidak menciptakan cukup peluang," kata Castrop.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, nasib Korea Selatan ini menjadi pengingat bahwa sepak bola tidak selalu tentang penguasaan bola. Timnas Indonesia, yang juga kerap mendominasi penguasaan bola di level Asia, perlu belajar dari kegagalan Korea Selatan dalam menyelesaikan peluang dan memenangkan duel-duel kunci. Kegagalan Korea Selatan juga menunjukkan betapa pentingnya konsistensi performa di setiap laga, terutama saat turnamen singkat seperti Piala Dunia.
Dengan hanya tiga poin dan selisih gol minus satu, Korea Selatan masih memiliki peluang tipis untuk lolos sebagai salah satu dari delapan peringkat ketiga terbaik. Namun, mereka harus menunggu hasil pertandingan grup lain. "Kami harus menonton hasil pertandingan yang tersisa untuk mengetahui situasi kami. Yang bisa kami lakukan sekarang adalah menunggu dan melihat apa yang terjadi," tutup Lee Hanbeom. Pertanyaan besarnya: akankah keberuntungan berpihak pada Taeguk Warriors, atau justru menjadi awal dari kegagalan lain di panggung dunia?



