MPLS 2026: Kemensos Pastikan Sekolah Rakyat Siap, 1.000 Taruna Dikerahkan
Baca dalam 60 detik
- Kemensos menargetkan 93 Sekolah Rakyat permanen siap menggelar MPLS pada 14 Juli 2026, dengan lima lokasi unggulan di Medan, Surabaya, Gresik, Sampang, dan Bengkulu.
- Sebanyak 1.000 taruna dari Kementerian Pertahanan akan ditempatkan di setiap sekolah selama sepekan mulai Agustus 2026 untuk membina karakter dan kedisiplinan siswa.
- Antisipasi kelebihan pendaftar, seleksi siswa dilakukan transparan bersama pemerintah daerah, sementara pemerintah menyiapkan alternatif bagi yang belum tertampung.

Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan seluruh Sekolah Rakyat siap menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 14 Juli 2026, dengan mengerahkan 1.000 taruna dari Kementerian Pertahanan untuk memperkuat pembentukan karakter siswa sejak hari pertama.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memimpin rapat koordinasi di kantor Kemensos pada Kamis (25/6) guna mematangkan lima aspek utama: sarana prasarana, kesiapan siswa, tenaga pendidik, pelaksanaan MPLS, dan dukungan anggaran. Ia menekankan pentingnya pelaporan berkala agar tidak ada keterlambatan yang baru terungkap mendekati hari H.
โSemua harus dipetakan sejak sekarang, mulai dari pembangunan, pengadaan, distribusi perlengkapan sekolah, sampai kebutuhan yang masih kurang,โ ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis. Ia meminta setiap potensi masalah segera dilaporkan agar bisa dicarikan solusi sejak dini.
Hingga saat ini, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat masih berlangsung di 93 titik lokasi. Belum ada satu pun yang rampung seluruhnya, namun lima lokasi menunjukkan progres tertinggi, yakni Medan, Surabaya, Gresik, Sampang, dan Bengkulu. Capaian di lima titik ini dijadikan acuan bagi daerah lain yang masih dalam proses pengerjaan.
Mengantisipasi perpindahan dari sekolah rintisan ke gedung permanen, Gus Ipul meminta seluruh sentra dan balai Kemensos memberikan pendampingan penuh selama masa transisi. Ia juga mengingatkan agar tidak ada pemborosan anggaran akibat pengadaan yang tidak mendesak. โJangan sampai membangun hal-hal yang tidak penting hanya demi mengejar penyerapan anggaran,โ tegasnya.
Di sisi lain, tingginya minat masyarakat mendaftar ke Sekolah Rakyat mendorong Kemensos menyiapkan mekanisme seleksi yang transparan, terutama di lokasi yang jumlah pendaftarnya melebihi kuota. Pemerintah daerah dilibatkan untuk memverifikasi data calon siswa guna memastikan mereka benar-benar berasal dari keluarga dengan tingkat kerentanan sosial dan ekonomi tertinggi. Gus Ipul menyebut besarnya antusiasme ini menjadi bahan evaluasi untuk memperluas jangkauan program ke depan.
Pada aspek sumber daya manusia, rekrutmen guru, wali asuh, wali asrama, dan tenaga kependidikan terus dipercepat. Penempatan personel ditargetkan rampung sebelum MPLS dimulai. Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono melaporkan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus pada pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kerapian siswa. Sebagai tindak lanjut, Kementerian Pertahanan akan menugaskan lima taruna di setiap sekolah untuk membantu pembinaan kedisiplinan. Sekitar 1.000 taruna dijadwalkan mulai bertugas pada awal Agustus 2026 selama kurang lebih satu minggu.
Gus Ipul menegaskan bahwa MPLS harus bersifat edukatif dan ramah anak, bebas dari kekerasan fisik maupun kegiatan yang memberatkan siswa. Mengingat latar belakang kerentanan para siswa, pendekatan humanis dan menyenangkan menjadi kunci agar mereka merasa nyaman sejak hari pertama. Dengan seluruh persiapan ini, Kemensos optimistis MPLS 2026 dapat berjalan aman dan berkesan, menjadi awal yang baik bagi perjalanan pendidikan anak-anak dari keluarga prasejahtera.



