Warisan Jean Marsh, Bintang Upstairs Downstairs, Tembus Rp14 Miliar untuk Keluarga dan Amal
Baca dalam 60 detik
- Aktris dan penulis Jean Marsh meninggalkan warisan lebih dari £700.000 atau sekitar Rp14 miliar dalam surat wasiatnya.
- Sebagian besar dana dialokasikan untuk saudara perempuan, teman dekat, serta dua lembaga amal di Inggris.
- Kepergian Marsh meninggalkan jejak panjang di industri hiburan, dari drama era Victoria hingga fiksi ilmiah klasik.

Jean Marsh, aktris dan penulis yang namanya melegenda lewat serial Upstairs, Downstairs, meninggalkan warisan senilai lebih dari £700.000—setara sekitar Rp14 miliar—yang dibagikan kepada keluarga, sahabat, dan lembaga amal. Surat wasiat yang dibuka setelah kepergiannya pada April 2025 mengungkap pembagian yang mencerminkan kedekatan emosional dan kepedulian sosial sang seniman.
Menurut dokumen probate yang dikutip Daily Mail, adik perempuan Marsh, Yvonne, menerima bagian terbesar sebesar £250.000. Sementara itu, putra baptisnya, Louis Berge, mendapat £25.000. Tiga sahabat dekat—Sophie Scott, Sarah Berger, dan Lisa Lindsay-Hogg—masing-masing memperoleh £50.000. Lisa adalah istri sutradara Michael Lindsay-Hogg, mantan kekasih Marsh yang juga menjadi salah satu pelaksana wasiat bersama Heather Gordon; keduanya mendapat £3.000 sebagai imbalan.
Marsh juga menyisihkan £100.000 untuk Emergency UK, organisasi yang membantu korban konflik dan kemiskinan, serta jumlah yang sama untuk Wigmore Hall, gedung konser musik kamar bergengsi di London. Keputusan ini menunjukkan afiliasi kuat Marsh terhadap dunia seni dan kemanusiaan, dua pilar yang mewarnai kariernya.
Lahir di Stoke Newington, London, pada Juli 1934, Marsh dikenal luas sebagai pemeran Rose Buck, kepala pelayan dalam Upstairs, Downstairs yang tayang 1971–1975. Ia tak hanya berakting, tetapi juga ikut menulis naskah. Penampilannya sebagai Rose mengantarkannya meraih Emmy Award 1975 untuk Aktris Utama Terbaik dalam Serial Drama. Pada 2010, ia kembali memerankan karakter yang sama dalam versi reboot BBC, meski stroke ringan memaksanya tampil hanya dalam dua adegan pendek di seri kedua.
Di luar Upstairs, Downstairs, Marsh juga meninggalkan jejak di jagat Doctor Who. Debutnya pada 1965 sebagai Lady Joanna dalam The Crusade bersama William Hartnell, lalu kembali sebagai Sara Kingdom di The Daleks’ Master Plan. Ia mengisi suara karakter tersebut dalam sejumlah drama audio hingga 2016. Penggemar serial fiksi ilmiah itu juga mengenangnya sebagai Morgaine dalam Battlefield (1989).
Kehidupan pribadi Marsh tak kalah menarik. Ia menikah dengan Jon Pertwee—yang memerankan Doktor Ketiga—pada 1955, namun bercerai lima tahun kemudian. Setelah itu, ia menjalin hubungan dengan Michael Lindsay-Hogg, Albert Finney, dan Kenneth Haigh. Pada 2012, ia dianugerahi gelar OBE atas jasanya di dunia drama.
Bagi penggemar di Indonesia, warisan Marsh mengingatkan pada aktris senior Tanah Air yang juga aktif di dunia amal. Keputusan Marsh mengalokasikan dana besar untuk lembaga kemanusiaan dan seni bisa menjadi inspirasi bagi figur publik Indonesia untuk merencanakan warisan yang berdampak luas. Pertanyaan yang mengemuka: sejauh mana kesadaran warisan (estate planning) di kalangan seniman Indonesia, dan apakah mereka akan mengikuti jejak Marsh dalam menyisihkan harta untuk kepentingan sosial?



