Sony Bersihkan PlayStation Store: Lebih dari 900 Game Afil Games Dihapus Sekaligus
Baca dalam 60 detik
- Sony menghapus lebih dari 900 game dari pengembang Afil Games di PlayStation Store sebagai bagian dari kebijakan ketat terhadap konten berkualitas rendah.
- Langkah ini menegaskan komitmen Sony untuk memberantas game plagiat dan titel abal-abal yang selama ini membanjiri platformnya.
- Afil Games masih bisa merilis game di Microsoft Store dan eShop, namun masa depannya di ekosistem PlayStation kini terputus total.

Sony kembali melakukan pembersihan besar-besaran di PlayStation Store dengan menghapus lebih dari 900 game milik Afil Games, sebuah studio yang dikenal membanjiri platform dengan titel berkualitas rendah. Langkah ini menjadi sinyal paling tegas bahwa raksasa elektronik Jepang itu serius memberantas konten abal-abal yang selama ini mengotori etalase digitalnya.
Kebijakan ini bukanlah yang pertama kali. Sony sudah beberapa kali melakukan penyisiran terhadap game-game yang dianggap tidak memenuhi standar kualitas, termasuk judul-judul yang diduga hasil plagiarisme atau sekadar asal rilis. Namun, penghapusan hampir seribu game dalam satu waktu menunjukkan eskalasi yang signifikan. Afil Games, yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu penerbit paling produktif di PlayStation Store, kini harus menerima kenyataan bahwa seluruh katalog mereka dihapus dan game-game mendatang tidak akan lagi diterima di platform Sony.
Keputusan ini berdampak langsung pada para pemilik konsol PlayStation yang mungkin telah membeli game-game tersebut. Meski demikian, Sony belum mengumumkan mekanisme pengembalian dana atau kompensasi bagi konsumen yang terdampak. Di sisi lain, Afil Games masih bisa bernapas lega karena game-game mereka tetap tersedia di Microsoft Store dan Nintendo eShop, dua platform yang sejauh ini belum menerapkan kebijakan seleksi seketat Sony.
Fenomena ini juga relevan untuk dicermati oleh gamer Indonesia. PlayStation Store di Indonesia kerap menjadi sasaran game-game murah dengan kualitas rendah yang memanfaatkan celah kebijakan. Dengan langkah agresif Sony, para pemain di Tanah Air bisa berharap etalase digital mereka akan lebih bersih dari titel-titel yang tidak layak jual. Namun, kekhawatiran juga muncul: apakah kebijakan ini akan menyasar game-game indie lokal yang mungkin tidak memiliki sumber daya untuk bersaing dengan standar kualitas ketat Sony? Belum ada pernyataan resmi dari Sony mengenai dampak terhadap pengembang kecil dari negara berkembang.
Menurut analis industri game, langkah Sony ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kredibilitas PlayStation Store di tengah persaingan dengan layanan langganan seperti Xbox Game Pass. โDengan membersihkan store dari game-game sampah, Sony ingin meyakinkan pemain bahwa setiap judul yang mereka beli di PlayStation Store memiliki nilai dan kualitas yang terjamin,โ ujar seorang pengamat yang enggan disebut namanya. Afil Games sendiri belum memberikan pernyataan resmi selain cuitan singkat di media sosial yang mengonfirmasi penghapusan tersebut.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Sony akan memperluas pembersihan ini ke penerbit lain yang juga dikenal membanjiri store dengan game murah. Jika ya, maka gelombang penghapusan serupa bisa terjadi lagi, mengubah lanskap PlayStation Store secara fundamental. Bagi Afil Games, langkah ini bisa menjadi pukulan telak, namun juga kesempatan untuk berbenah dan meningkatkan kualitas produksi mereka jika ingin kembali ke platform Sony suatu hari nanti.



