Duel Hidup Mati Paraguay vs Australia: Tiket ke 32 Besar Diperebutkan
Baca dalam 60 detik
- Kemenangan di laga pamungkas Grup D akan mengantar Paraguay atau Australia ke babak gugur Piala Dunia 2026.
- Australia berpeluang mencatat sejarah dengan lolos ke fase knockout untuk ketiga kalinya, sementara Paraguay memburu kemenangan grup stage kedua.
- Pelatih kedua tim sepakat laga di San Francisco ini layak disebut final, karena kekalahan bisa berarti pulang lebih awal.

Pertandingan hidup mati antara Paraguay dan Australia di San Francisco, Kamis (25/6) waktu setempat, akan menentukan siapa yang berhak mendampingi Amerika Serikat ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Laga ini menjadi penentu nasib kedua tim setelah Grup D berjalan tak terduga: favorit Turki justru tertinggal, sementara AS sudah memastikan diri lolos lebih dulu.
Pelatih Australia, Tony Popovic, mengaku timnya sudah mempersiapkan diri secara maksimal untuk menghadapi Paraguay. Ia menilai anak asuhnya layak berada di posisi sekarang setelah melewati dua pertandingan awal dengan hasil imbang dan kemenangan tipis. โKami pantas berada di sini, dengan satu pertandingan tersisa dan peluang menuju fase gugur,โ ujar Popovic dalam konferensi pers jelang laga.
Bagi Australia, lolos ke babak knockout bukan sekadar prestasi biasa. Jika menang, Socceroos akan mencatatkan diri sebagai tim yang mencapai fase gugur Piala Dunia untuk ketiga kalinya sepanjang sejarah. Popovic menekankan perkembangan mental dan permainan para pemain mudanya menjadi modal berharga. โMereka belajar dari setiap pertandingan, tumbuh sebagai pribadi dan pemain. Tidak ada tantangan yang lebih besar dari Piala Dunia,โ tambahnya.
Di sisi lain, Paraguay datang dengan status underdog namun percaya diri. Pelatih Gustavo Alfaro menegaskan target utama timnya sejak awal adalah tiba di matchday ketiga dengan peluang lolos, dan itu sudah tercapai. โKami harus menjalani pertandingan ini seolah itu adalah laga terakhir turnamen. Jika kami melakukan tugas dengan baik, kami berhak bermain satu pertandingan lagi,โ kata Alfaro. Ia juga menyoroti makna historis: kemenangan atas Australia akan menjadi pertama kalinya Paraguay meraih dua kemenangan di babak grup Piala Dunia.
Popovic mewaspadai kekuatan Paraguay yang dinilainya terorganisir meski kerap tampil seperti kekacauan. โMereka punya ketangguhan dan tahu cara meraih hasil. Mungkin terlihat seperti chaos tak teratur, tapi mereka sangat teratur dalam setiap fase permainan,โ ujarnya. Ia juga memuji Alfaro sebagai manajer fantastis dengan segudang pengalaman.
Bagi publik sepak bola Indonesia, pertandingan ini menjadi tontonan menarik karena kedua tim memiliki basis penggemar yang cukup besar di Tanah Air. Australia kerap menjadi lawan Timnas Indonesia di level Asia, sementara Paraguay dikenal lewat gaya bermain keras khas Amerika Selatan. Hasil laga ini juga bisa memengaruhi potensi pertemuan dengan tim Asia di babak selanjutnya.
Dengan segala yang dipertaruhkan, laga di Stadion San Francisco dipastikan berlangsung sengit. Bagi yang kalah, nasib mereka bergantung pada hasil pertandingan lain. Akankah Australia menorehkan sejarah baru, atau Paraguay akhirnya memecahkan rekor buruknya? Jawabannya akan diketahui dalam 90 menit ke depan.



