Morocco Bangkit dari Keterpurukan, Hajar Haiti 4-2 di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Morocco menang 4-2 atas Haiti pada laga pamungkas Grup C Piala Dunia 2026, setelah dua kali tertinggal.
- Haiti mencetak gol bersejarah pertama mereka dalam 52 tahun, namun gagal mempertahankan keunggulan.
- Kemenangan ini mengantarkan Morocco ke babak 16 besar sebagai runner-up grup, menghadapi juara Grup F.

Morocco memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Haiti dengan skor 4-2 dalam laga sengit yang diwarnai empat gol di babak pertama, Selasa (28/6) waktu setempat. Tertinggal dua kali, The Atlas Lions akhirnya bangkit dan menunjukkan mental juara.
Haiti, yang tampil tanpa beban, justru mengejutkan publik sepak bola dunia. Mereka membuka keunggulan pada menit ke-10 lewat gol bunuh diri kiper Yassine Bounou setelah sepakan Lenny Joseph membentur mistar dan mengenai Bounou. Gol itu menjadi gol pertama Haiti di Piala Dunia dalam 52 tahun terakhir, sekaligus menjadikan mereka negara ke-45 yang mencetak gol di turnamen edisi 2026.
Morocco merespons cepat. Achraf Hakimi menyamakan kedudukan pada menit ke-39 setelah memanfaatkan bola muntah hasil tendangan Bilal El Khannouss. Namun, Haiti kembali memimpin hanya empat menit berselang lewat tembakan jarak jauh spektakuler dari Isidor yang tak mampu dijangkau Bounou. Babak pertama yang penuh drama ditutup dengan gol penyama kedudukan dari Ismael Saibari pada masa injury time, memanfaatkan umpan tarik Hakimi.
Memasuki babak kedua, Morocco meningkatkan intensitas permainan. Mereka akhirnya berbalik unggul pada menit ke-78 melalui Soufiane Rahimi yang melepaskan tembakan melengkung dari sudut sempit. Gessime Yassine memastikan kemenangan pada menit ke-89 dengan gol keempat, sekaligus mengubur harapan Haiti untuk meraih hasil imbang.
Pelatih Haiti, Sebastien Migne, mengakui timnya nyaris membuat sejarah meski akhirnya kalah. "Kami sangat dekat untuk membuat sejarah di Piala Dunia ini. Meski tidak menang, kami ingin pergi dengan kepala tegak. Dan itulah yang kami lakukan," ujarnya. Sementara itu, gelandang Morocco Bilal El Khannouss mengkritik permainan timnya di babak pertama yang kurang agresif. "Kami kurang rendah hati dan membayar mahal untuk itu. Di babak kedua, kami lebih agresif dan memenangkan bola kedua," katanya.
Bagi Indonesia, laga ini menjadi tontonan menarik karena menunjukkan bagaimana tim non-unggulan seperti Haiti mampu merepotkan lawan yang lebih diunggulkan. Pelajaran tentang pentingnya konsentrasi penuh selama 90 menit dan kemampuan bangkit dari ketertinggalan menjadi catatan berharga, terutama bagi Timnas Indonesia yang kerap menghadapi tekanan di turnamen internasional.
Dengan hasil ini, Morocco melaju ke fase gugur dan akan menghadapi juara Grup F yang belum ditentukan. Pertanyaan besarnya: mampukah The Atlas Lions melanjutkan kejutan seperti yang mereka lakukan di Piala Dunia 2022? Atau akankah perjalanan mereka terhenti di babak 16 besar?



