Jalan Provinsi di Agam Amblas 15 Meter, Akses ke Bukittinggi Lumpuh Total
Baca dalam 60 detik
- Badan jalan provinsi di Palembayan, Agam, amblas sedalam 15 meter akibat hujan deras, memutus akses kendaraan roda empat ke Bukittinggi.
- Dua jalur utama menuju Palembayan tak bisa dilalui mobil, tanpa alternatif yang layak; warga hanya bisa menggunakan sepeda motor.
- Kerusakan berulang sejak November 2025 akibat bencana hidrometeorologi mendorong desakan pembuatan saluran air dan jalan alternatif oleh Pemprov Sumbar.

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Rabu (24/6) siang menyebabkan badan jalan provinsi di kawasan Labuah Sampiak amblas hingga 15 meter, memutus total akses kendaraan roda empat dari Padang Koto Gadang menuju Kota Bukittinggi.
Kapolres Agam AKBP Muari mengonfirmasi titik longsor berada di Jorong Gunggun, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, sekitar pukul 11.00 WIB. "Badan jalan terban dengan kedalaman 15 meter dan di sisi lain terdapat perbukitan, sehingga hanya bisa dilalui kendaraan roda dua," ujarnya. Ruas ini merupakan jalur utama yang menghubungkan sejumlah kecamatan di Agam dengan Bukittinggi, pusat ekonomi dan pariwisata di Sumbar.
Tak hanya satu jalur, jalan lingkar kabupaten yang menghubungkan Koto Alam menuju Lubuk Basung melalui Batu Kambing, Kecamatan Ampek Nagari, juga tidak bisa dilintasi kendaraan roda empat. "Sementara ini tidak ada jalan alternatif, karena jalan lingkar di Batu Kambing juga tidak bisa dilalui kendaraan roda empat," kata Muari. Artinya, dua akses utama menuju Palembayan kini sama-sama lumpuh untuk mobil, mempersulit distribusi logistik dan mobilitas warga.
Wali Nagari Salareh Aia, Rizal Islami, menjelaskan bahwa amblasnya jalan dipicu hujan deras yang terjadi sejak pagi. Namun, kerusakan ini bukan yang pertama. "Badan jalan hanya tinggal beberapa meter karena beberapa kali terban usai bencana hidrometeorologi melanda daerah itu akhir November 2025," katanya. Sebelumnya, banjir bandang pada November 2025 dan longsor susulan pada April 2026 telah menggerus badan jalan hingga lebar yang tersisa hanya sekitar dua meter sebelum akhirnya kembali tergerus pada kejadian terbaru.
Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Agam untuk mempercepat penanganan. Muari menambahkan, pemerintah daerah bersama warga akan berupaya membuat saluran air guna mengurangi aliran yang terus menggerus tebing. "Harus dipercepat pembuatan saluran air, agar tidak mengikis tebing jalan. Mengingat jalan provinsi, telah dilaporkan ke Pemprov Sumbar supaya segera membuat jalan alternatif," tegasnya.
Kondisi ini menjadi pengingat akan kerentanan infrastruktur di daerah rawan bencana. Dengan dua akses utama lumpuh, warga Palembayan dan sekitarnya terpaksa menggunakan sepeda motor untuk keluar-masuk, sementara distribusi barang dan layanan darurat terhambat. Belum ada kepastian kapan perbaikan dimulai, namun koordinasi antara Pemkab Agam dan Pemprov Sumbar terus dilakukan untuk mencari solusi jangka pendek dan panjang. Pertanyaan besarnya: akankah pembangunan jalan alternatif dan sistem drainase yang memadai bisa segera terealisasi sebelum musim hujan berikutnya tiba?



