Wales Putus Puasa Kemenangan Berkat Debutan Muda di Laga Uji Coba
Baca dalam 60 detik
- Timnas wanita Wales mengakhiri sembilan kekalahan beruntun dengan kemenangan 36-17 atas Barbarians di Allianz Stadium, meski laga tidak masuk hitungan resmi.
- Pelatih Sean Lynn memanfaatkan pertandingan untuk eksperimen dengan menurunkan 11 pemain berusia 22 tahun ke bawah, termasuk debutan Amy Williams yang mencetak dua try.
- Hasil ini menjadi modal berharga menjelang WXV Global Series Oktober, namun Wales masih perlu membuktikan konsistensi di level tes internasional.

Timnas wanita Wales akhirnya memutus rantai sembilan kekalahan beruntun setelah menundukkan Barbarians 36-17 dalam laga persahabatan non-kap di Allianz Stadium, Twickenham, Sabtu (29/6). Meski hasil ini tidak tercatat dalam statistik resmi tes internasional, kemenangan atas tim yang dihuni pemain bintang dari sembilan negara menjadi angin segar bagi skuad asuhan Sean Lynn yang tengah dalam masa transisi.
Pertandingan yang digelar di bawah suhu 31 derajat Celcius itu menjadi ajang uji coba bagi Lynn untuk merotasi skuad. Dengan banyak pemain reguler absen karena cedera atau berlaga di final Premiership Women's Rugby, pelatih asal Inggris itu menurunkan 11 pemain berusia 22 tahun ke bawah. Kayleigh Powell, yang biasa bermain sebagai full-back, ditempatkan sebagai fly-half dan membuka keunggulan Wales pada menit ke-11. Powell menunjukkan ketajaman dan visi bermain yang diharapkan bisa memperluas oposisi Wales di posisi nomor sepuluh.
Dua pemain yang kembali dari cedera dan kehamilan, Alex Callender dan Alisha Joyce, langsung memberikan dampak positif di area breakdown. Sementara itu, scrum-half muda Seren Lockwood tampil impresif dengan menerobos pertahanan Barbarians dan mencetak try di awal babak kedua. Namun, bintang lapangan kali ini adalah wing debutan Amy Williams yang mencetak dua try, termasuk satu di mana ia berhasil menjatuhkan kapten Piala Dunia Kanada, Alex Tessier, tepat sebelum turun minum. Williams, yang sebelumnya bermain untuk Brython Thunder, juga terlibat adu fisik dengan legenda Selandia Baru Ruby Tui di babak kedua, menunjukkan keberaniannya tanpa gentar.
Di kubu lawan, Barbarians yang baru pertama kali bertanding sejak 2024 tampil kurang padu meski diperkuat nama-nama besar seperti Ruby Tui (Selandia Baru) dan Emily Chancellor (Australia) sebagai kapten. Mereka sempat memberikan perlawanan melalui try dari Amy Rule, Bryony Cleall, dan Celia Quansah, namun gagal mengejar ketertinggalan. Momen unik terjadi saat Carys Phillips, yang bermain untuk Barbarians, mengikuti jejak ayahnya Rowland Phillips sebagai pasangan ayah-anak pertama yang mewakili klub legendaris tersebut. Ironisnya, ia melakukannya melawan negara sendiri setelah tidak dimainkan di Six Nations musim ini.
Di sisi lain, Wales juga memperkenalkan pemain debutan lain seperti Kelsie Webster, Stella Orrin, Lucy Isaac, dan Lily Hawkins. Penampilan gemilang ditunjukkan oleh nomor delapan Bryonie King yang dinobatkan sebagai pemain terbaik. Gaya bermainnya yang agresif, mirip dengan Sioned Harries di masa jayanya, nyaris membuahkan try andalan sebelum dianulir karena double movement. King menunjukkan bahwa Wales kini memiliki lebih banyak opsi di lini belakang menjelang menghadapi tim-tim elit dunia di WXV Global Series Oktober mendatang.
Satu-satunya catatan negatif adalah cedera yang dialami full-back Nel Metcalfe di akhir laga. Metcalfe baru kembali setelah absen di seluruh Six Nations, dan cederanya menjadi kekhawatiran tersendiri bagi staf pelatih. Meski demikian, Lynn optimistis bahwa hasil ini menjadi fondasi untuk membangun tim yang lebih kompetitif. Pertanyaannya, akankah Wales mampu mempertahankan momentum ini saat berhadapan dengan lawan-lawan tangguh di WXV nanti?



