Piala Dunia 2026: Kiper Senegal Edouard Mendy Dipastikan Absen Lawan Irak Akibat Cedera Lutut
Baca dalam 60 detik
- Edouard Mendy mengalami cedera ligamen saat laga melawan Norwegia dan harus menepi pada pertandingan krusial Grup I.
- Absennya Mendy menjadi pukulan telak bagi Senegal yang sudah dalam tekanan setelah dua kekalahan beruntun.
- Nasib Senegal di Piala Dunia 2026 semakin tidak menentu, dengan skuad yang kehilangan pilar utama di bawah mistar.

Kabar buruk menghampiri timnas Senegal jelang laga hidup mati melawan Irak di Piala Dunia 2026. Kiper utama mereka, Edouard Mendy, dipastikan absen setelah mengalami cedera lutut saat dikalahkan Norwegia pada pertandingan sebelumnya.
Dalam pernyataan resmi yang dirihkan Rabu (24/6) waktu setempat, Federasi Sepak Bola Senegal mengonfirmasi bahwa Mendy mengalami masalah pada ligamen lututnya. Cedera itu terjadi saat ia berusaha menghalau tembakan pemain Norwegia pada menit ke-63, yang memaksanya meninggalkan lapangan saat timnya tertinggal 3-1. Laga tersebut akhirnya dimenangkan Norwegia dengan skor 3-2 setelah gol kedua Ismaila Sarr di masa injury time.
โPemeriksaan medis lebih lanjut masih berlangsung untuk menilai secara pasti jenis cedera dan menentukan partisipasinya dalam turnamen,โ tulis akun resmi timnas Senegal di platform X. Meski demikian, berbagai laporan media menyebut kiper berusia 34 tahun itu mengalami cedera ligamen yang cukup serius.
Kehilangan Mendy menjadi pukulan telak bagi Senegal yang kini berada di posisi sulit. Baik Senegal maupun Irak sama-sama menelan dua kekalahan di Grup I, sehingga laga Jumat mendatang di Toronto menjadi penentu siapa yang masih punya peluang melaju ke babak selanjutnya. Tanpa Mendy, lini belakang Senegal diprediksi akan semakin rapuh menghadapi tekanan Irak yang juga tengah berjuang untuk meraih kemenangan perdana.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, situasi ini menjadi pengingat betapa pentingnya kedalaman skuad dalam turnamen sebesar Piala Dunia. Cedera mendadak pada pemain kunci bisa mengubah peta persaingan secara drastis. Timnas Indonesia sendiri, yang tengah berjuang untuk lolos ke Piala Dunia, pasti mencatat pelajaran berharga dari kasus Senegal: manajemen kebugaran pemain dan ketersediaan cadangan berkualitas adalah faktor krusial yang tidak bisa diabaikan.
Para analis menilai bahwa tanpa Mendy, Senegal kehilangan tidak hanya kemampuan penyelamatan, tetapi juga pengalaman dan kepemimpinan di lini belakang. โMendy adalah sosok yang tenang dan vokal di bawah mistar. Kehilangannya bisa membuat pertahanan Senegal kehilangan koordinasi,โ ujar seorang pengamat sepak bola internasional. Pelatih Senegal kini harus memutar otak untuk mencari pengganti yang mampu tampil maksimal di laga krusial tersebut.
Pertandingan melawan Irak akan menjadi ujian mental bagi skuad Senegal. Dua kekalahan beruntun sudah membuat kepercayaan diri menurun, dan tanpa kiper utama, tekanan semakin besar. Apakah Senegal mampu bangkit dan meraih kemenangan perdana, atau justru Irak yang akan memanfaatkan situasi ini untuk menjaga asa? Jawabannya akan terungkap di Toronto akhir pekan ini.



