Hari Bhayangkara ke-80: Polda Metro Jaya Resmikan Fasilitas Air Bersih di Depok, 815 Warga Terbantu
Baca dalam 60 detik
- Polda Metro Jaya meresmikan fasilitas air bersih di Bojongsari, Depok, dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80, menyasar 815 warga yang selama ini kesulitan akses air bersih.
- Pembangunan meliputi sumur bor, pompa, menara penampungan, dan jaringan distribusi, merupakan bagian dari bakti sosial Polri untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
- Fasilitas ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mendukung sanitasi lingkungan dan fasilitas umum seperti tempat ibadah dan sekolah.

Sebanyak 815 warga di Kampung Parung Tengah, Depok, kini tak lagi harus berjuang mendapatkan air bersih setelah Polda Metro Jaya meresmikan sarana penyediaan air bersih, Rabu (24/6/2026). Peresmian yang bertepatan dengan rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 ini menjadi jawaban atas keluhan warga RW 03 dan RW 04 yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan sumber air layak konsumsi.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas ini merupakan wujud nyata pengabdian Polri kepada masyarakat. Menurutnya, akses terhadap air bersih bukan sekadar kebutuhan dasar, melainkan fondasi kesehatan dan kesejahteraan warga. โKami berharap keberadaannya dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga, sekaligus mendukung kesehatan dan sanitasi lingkungan,โ ujarnya dalam keterangan pers.
Proyek yang dibangun melalui beberapa tahap ini meliputi pengeboran sumur, pemasangan pompa air, pembangunan menara penampungan, jaringan distribusi, serta penyediaan kran layanan umum. Selain untuk kebutuhan rumah tangga, fasilitas ini juga akan melayani tempat ibadah, sarana pendidikan, dan fasilitas umum lainnya di sekitar lokasi.
Bagi warga Depok, khususnya di kawasan pinggiran seperti Bojongsari, akses air bersih masih menjadi persoalan klasik. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok menunjukkan bahwa sebagian wilayah selatan kota masih mengandalkan air tanah yang kerap keruh saat musim kemarau. Kehadiran fasilitas ini diharapkan bisa menjadi model kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam mengatasi problem infrastruktur dasar.
Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto menambahkan bahwa perawatan fasilitas akan menjadi tanggung jawab bersama. โSemoga fasilitas ini dapat dijaga dan dimanfaatkan bersama karena manfaatnya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat secara luas,โ pesannya. Polda Metro Jaya juga berencana melakukan pemantauan berkala untuk memastikan sistem berjalan optimal.
Ke depan, program serupa mungkin akan diperluas ke wilayah lain di Jakarta dan sekitarnya yang masih menghadapi krisis air bersih. Pertanyaannya, apakah inisiatif ini bisa menjadi program berkelanjutan atau sekadar seremoni tahunan? Warga berharap komitmen Polri tidak berhenti pada peresmian, tetapi terus hadir dalam pemeliharaan dan pengembangan.



