PSSI Percepat Naturalisasi demi Piala Dunia 2030, DPR dan Prabowo Beri Dukungan Penuh
Baca dalam 60 detik
- PSSI terus memproses naturalisasi pemain keturunan, dengan dua nama Mitchell Lee Baker dan Luke Anthony Vickery tengah di DPR.
- Dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto dan DPR RI diyakini mempercepat perkuatan Timnas Indonesia di semua lini.
- Target utama PSSI adalah lolos ke Piala Dunia 2030, dengan turnamen antara seperti Piala AFF dan FIFA ASEAN Cup sebagai batu loncatan.

PSSI mendapat lampu hijau penuh dari pemerintah dan parlemen untuk melanjutkan program naturalisasi pemain keturunan, sebuah langkah strategis yang diyakini akan membawa Timnas Indonesia terbang tinggi menuju Piala Dunia 2030.
Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Erick Thohir, PSSI kian gencar memburu pemain-pemain potensial berdarah Indonesia dari Eropa. Dua nama yang saat ini tengah diproses di Komisi XIII DPR RI adalah Mitchell Lee Baker dan Luke Anthony Vickery. Jika tak ada kendala, keduanya akan segera menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan bergabung dengan skuad Garuda.
Langkah ini mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto serta DPR RI. Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, dalam kanal YouTube Bung Ropan mengapresiasi sikap positif pemerintah. "Ketua Umum PSSI Pak Erick Thohir sudah mengatakan bahwa program naturalisasi terus akan berjalan. Jadi tidak akan berhenti demi untuk mempertebal bagaimana pemain-pemain kita di semua level," ujar pria yang akrab disapa Ropan.
Menurut Ropan, dukungan DPR RI, terutama Komisi XIII, menjadi modal penting. "Setiap ada naturalisasi, DPR sudah mengatakan untuk mendukung selama itu berguna, bagus untuk peningkatan tim nasional kita. Karena yang dibidik adalah bagaimana bisa berprestasi di Piala Asia dan lolos ke Piala Dunia 2030," pungkasnya.
Program naturalisasi sebenarnya sudah berjalan sejak era kepengurusan PSSI sebelumnya, namun baru di bawah Erick Thohir hasilnya terlihat nyata. Keberhasilan Timnas U-23 menembus semifinal Piala Asia U-23 2024 dan langkah Garuda ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi bukti awal efektivitas strategi ini.
Kini, dengan pelatih anyar John Herdman, ranking FIFA Indonesia merangkak naik dari posisi 122 ke 118 setelah memenangkan dua laga FIFA matchday melawan Oman dan Mozambik. PSSI menargetkan sederet turnamen besar ke depan: Piala AFF, FIFA ASEAN Cup (yang kemungkinan besar Indonesia akan menjadi tuan rumah pertama), Piala Asia 2027, dan puncaknya adalah kualifikasi Piala Dunia 2030.
Ropan menambahkan, "Pada bulan September kalau tidak salah sudah mulai kualifikasi Pra Piala Dunia 2030 zona Asia. Kemarin kita sampai di putaran keempat, nyaris lolos ke Piala Dunia 2026. Sayang kita tersandung dalam putaran keempat menghadapi Arab Saudi dan Irak."
Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan parlemen, PSSI optimistis program naturalisasi akan terus berjalan tanpa hambatan. Pertanyaannya, akankah langkah ini cukup untuk membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030, atau justru menimbulkan kontroversi baru di kalangan pencinta sepak bola tanah air?



