Messi di Usia 39: Masih Jadi Andalan Argentina di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Lionel Messi merayakan ulang tahun ke-39 di tengah Piala Dunia 2026, dengan lima gol dalam dua laga awal dan status sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa turnamen.
- Perjalanan karier internasional Messi diwarnai pasang surut, dari kegagalan di Piala Dunia 2006 hingga akhirnya meraih gelar juara dunia pada 2022.
- Rekan setim dan pelatih Argentina, Lionel Scaloni, sepakat bahwa Messi tetap menjadi sosok sentral yang dinikmati setiap momennya di tim.

Lionel Messi akan genap berusia 39 tahun pada Rabu (24 Juni 2026) di tengah hiruk-pikuk Piala Dunia 2026, sebuah tradisi yang telah ia jalani selama 13 dari 22 tahun terakhir bersama tim nasional Argentina. Kapten yang masih menjadi andalan utama La Albiceleste ini tidak hanya memimpin perburuan gelar, tetapi juga memuncaki daftar pencetak gol sementara dengan lima gol dalam dua pertandingan awal, sekaligus menjadi topskor sepanjang masa turnamen.
Perjalanan Messi bersama Argentina bukanlah tanpa liku. Sejak debutnya pada 2005, ia kerap menghadapi kritik tajam karena dianggap gagal mengulang performa gemilangnya di Barcelona saat membela negara. Namun, ketekunan dan etos kerjanya yang luar biasa perlahan membungkam para pengkritik. Kini, di usia yang mendekati kepala lima, Messi justru tampil lebih matang dan menjadi panutan bagi generasi baru pemain Argentina yang tumbuh dengan mengidolakannya.
Di skuad saat ini, hanya Nicolas Otamendi yang seangkatan dengannya. Pemain lain seperti Julian Alvarez dan Alexis Mac Allister mengaku tak percaya bisa bermain bersama sang idola. โTidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan apa yang dia lakukan. Saya sudah menontonnya sejak kecil, jadi ini mimpi yang menjadi kenyataan,โ ujar Mac Allister setelah kemenangan 2-0 atas Austria. Bek Lisandro Martinez menambahkan, โDia berada di levelnya sendiri. Saya sangat senang dia bersama kami.โ
Momen ulang tahun Messi di turnamen besar selalu menjadi cermin perjalanan kariernya. Pada 2006, ia masih menjadi pemain muda yang duduk di bangku cadangan saat Argentina tersingkir di perempat final. Empat tahun kemudian, ia kembali merasakan pahitnya kegagalan di babak yang sama. Puncak frustrasi terjadi pada 2011 saat Copa America di kandang sendiri, ketika sebagian suporter mulai mempertanyakan komitmennya. Namun, semua itu berubah setelah Argentina menjuarai Copa America 2021 dan Piala Dunia 2022.
Pelatih Lionel Scaloni hanya memiliki satu harapan sederhana untuk kaptennya: โSaya hanya ingin dia bahagia.โ Dan Messi sendiri mengaku tidak merasakan perbedaan berarti. โSaya hanya menikmati bermain sepak bola dan terus melakukan hal yang saya sukai,โ katanya setelah laga melawan Austria. Atmosfer di kamp latihan Kansas City disebutnya penuh ambisi, optimisme, dan kebersamaan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Messi menjadi inspirasi bahwa dedikasi dan kerja keras mampu mengubah persepsi. Dari pemain yang sempat diragukan komitmennya, ia kini menjelma sebagai legenda hidup yang masih haus gelar. Pertanyaannya, mampukah Messi mempersembahkan mahkota juara dunia kedua bagi Argentina di usia 39 tahun? Semua mata akan tertuju pada langkah La Albiceleste selanjutnya.



