AC Milan Pecahkan Rekor Transfer: 70 Juta Euro untuk Ramos, Como Kagetkan Inter
Baca dalam 60 detik
- AC Milan mengamankan gelandang Portugal Joao Ramos dari PSG dengan biaya 70 juta euro plus bonus, menjadikannya pembelian termahal dalam sejarah klub.
- Como secara mengejutkan mengaktifkan klausul pembelian Nico Paz dari Real Madrid senilai 60 juta euro, menggagalkan rencana Inter Milan.
- Timnas Prancis memperlihatkan dominasi dengan kemenangan 4-1 atas Norwegia, di mana Ousmane Dembele mencetak hat-trick dalam 32 menit.

AC Milan menggebrak bursa transfer dengan merekrut gelandang serang Portugal, Joao Ramos, dari Paris Saint-Germain dengan nilai mencapai 70 juta euro plus bonus. Transfer ini memecahkan rekor pembelian termahal dalam sejarah klub raksasa Italia tersebut, sekaligus menjadi kado perdana bagi pelatih anyar, Ruben Amorim.
Kesepakatan antara Milan dan PSG mencakup biaya awal 65 juta euro ditambah 5 juta euro dalam bentuk bonus yang terkait dengan pencapaian. Ramos, yang telah menandatangani kontrak hingga 2031, akan menjalani tes medis selama pemusatan latihan timnas Portugal. Langkah ini menunjukkan ambisi besar pemilik klub, Gerry Cardinale, untuk segera membawa Milan kembali ke papan atas Eropa.
Sementara itu, Como, klub promosi Serie A yang dimiliki oleh pengusaha Indonesia Michael Suwarso, mencuri perhatian dengan mengaktifkan klausul pembelian kembali Nico Paz dari Real Madrid sebesar 60 juta euro. Langkah ini mengejutkan Inter Milan yang sebelumnya dikabarkan menjadi peminat utama pemain Argentina tersebut. Direktur Inter, Beppe Marotta, sempat berharap Paz akan pindah dan memicu perang penawaran, namun Suwarso justru memilih untuk menebus sang pemain. Pelatih Como, Cesc Fabregas, menyambut gembira keputusan ini dan menyebutnya sebagai awal dari proyek ambisius klub.
Di kancah internasional, timnas Prancis menunjukkan performa mengesankan dengan membantai Norwegia 4-1 dalam laga persahabatan. Bintang Paris Saint-Germain, Ousmane Dembele, tampil gemilang dengan mencetak hat-trick hanya dalam waktu 32 menit. Kemenangan ini menegaskan kedalaman skuad Prancis, meskipun tanpa beberapa pemain kunci. Di sisi lain, Norwegia yang mengandalkan Erling Haaland harus puas dengan kekalahan telak, memicu perdebatan tentang kebijakan rotasi pelatih.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, langkah agresif Como di bursa transfer menjadi sorotan tersendiri. Kehadiran Michael Suwarso sebagai pemilik klub Italia membuka peluang bagi pemain Indonesia untuk merambah Eropa. Meski belum ada nama lokal yang dikaitkan secara langsung, strategi Como yang berani berinvestasi di pemain muda potensial seperti Nico Paz bisa menjadi model bagi pengembangan sepak bola nasional. Ke depannya, kerja sama antara klub Italia dan Indonesia berpotensi memperkuat jembatan sepak bola kedua negara.
"Guys, this is only the beginning," ujar Cesc Fabregas, pelatih Como, merespons pembelian Nico Paz yang menggagalkan rencana Inter Milan.
Inter Milan sendiri kini harus mencari alternatif setelah kehilangan Paz. Dua nama yang disebut-sebut sebagai rencana cadangan adalah pemain sayap Khalali dan bek Jones, meskipun negosiasi dengan klub masing-masing belum menemui titik terang. Sementara itu, AC Milan dengan rekrutan barunya optimistis bisa bersaing di Serie A dan Eropa musim depan.
Pertanyaan besarnya: akankah langkah Milan dan Como ini mengubah peta kekuatan Serie A musim depan, atau justru Inter yang akan bangkit dengan strategi baru?



