Serangan Beruang Meningkat, Jepang Pacu Inovasi Alat Pengusir Berteknologi Tinggi
Baca dalam 60 detik
- Meningkatnya interaksi beruang-manusia di Jepang mendorong lahirnya produk pengusir beruang lokal, termasuk semprotan capsaicin buatan dalam negeri.
- Perusahaan rintisan memanfaatkan AI dan kamera keamanan untuk mendeteksi beruang dari jarak jauh, memberikan peringatan dini dan suara pengusir.
- Pemerintah daerah menggalang dana melalui sistem pajak daerah untuk membiayai perangkap, pagar listrik, dan patroli, mengatasi krisis pemburu aging.

Meningkatnya frekuensi kemunculan dan serangan beruang di Jepang memicu gelombang inovasi produk pengamanan, mulai dari semprotan pengusir buatan lokal hingga sistem deteksi berbasis kecerdasan buatan (AI). Fenomena ini tidak hanya mengubah cara masyarakat setempat berinteraksi dengan satwa liar, tetapi juga membuka peluang pasar baru bagi produsen peralatan keselamatan.
Pada Mei tahun lalu, Biosiense Co., perusahaan obat hewan asal Prefektur Tokushima, meluncurkan Kumaichimokusan, semprotan pengusir beruang domestik yang langka di Jepang. Produk ini diawasi langsung oleh Yoshikazu Sato, ahli biologi beruang coklat dan profesor di Rakuno Gakuen University, Hokkaido. Dengan jangkauan maksimal 10 meter dan durasi semprotan sekitar 10 detik, semprotan ini mengandung lebih dari 2 persen capsaicinโsenyawa yang mengiritasi mata, hidung, dan paru-paru beruang. Dibanderol 9.900 yen (sekitar Rp1,1 juta) termasuk holster, produk ini diharapkan menjadi solusi praktis bagi penduduk di daerah rawan konflik.
Tidak hanya semprotan, perusahaan pengendali hama Boujyo Kenkyusho Co. dari Prefektur Gifu memperkenalkan alat pengusir portabel bernama Ikazuchi tahun ini. Alat seukuran pengeras suara ini dijual seharga 198.000 yen (Rp22 juta) dan mampu mengeluarkan 40 jenis suara bernada tinggi dengan volume lebih dari 120 desibel, ditambah lampu kilat kuat. Produk ini menyasar pemerintah daerah dan perusahaan yang membutuhkan perlindungan area luas.
Boujyo Kenkyusho juga menawarkan Bealert, sistem keamanan yang mengintegrasikan kamera pengawas dan AI. Dengan biaya berlangganan mulai 44.000 yen per bulan, sistem ini dipasang di tempat parkir dekat pegunungan atau pintu masuk pabrik. Bealert dapat mendeteksi beruang dari jarak hingga 110 meter pada siang hari dan 80 meter pada malam hari, kemudian memberi peringatan evakuasi serta mengeluarkan suara pengusir. Inovasi ini menjawab kebutuhan deteksi dini yang selama ini menjadi titik lemah penanganan konflik manusia-beruang.
Di sisi pendanaan, Satofull Co., operator portal sistem pajak daerah "furusato nozei", meluncurkan situs khusus pada November 2025 yang menampilkan kota-kota yang menerima donasi untuk penanganan beruang. Melalui sistem ini, wajib pajak dapat menyumbang ke kota pilihan dan mendapat potongan pajak serta hadiah daerah. Hingga kini, 22 kota telah berpartisipasi dan mengumpulkan total sekitar 10 juta yen. Dana tersebut digunakan untuk membeli perangkap, pagar listrik, memberikan imbalan kepada pemburu, dan memperkuat patroli.
Survei terhadap kota-kota peserta menunjukkan lebih dari 80 persen mengalami peningkatan kerusakan akibat beruang. Tantangan utama yang diidentifikasi adalah menuaanya populasi pemburu, minimnya regenerasi, dan anggaran penanggulangan yang tidak mencukupi. "Jumlah kota yang mempertimbangkan partisipasi terus bertambah," ujar juru bicara Satofull.
Fenomena ini mengingatkan pada situasi di Indonesia, di mana konflik antara manusia dan satwa liar seperti gajah, harimau, atau beruang madu juga meningkat seiring menyusutnya habitat. Teknologi deteksi dini berbasis AI dan sistem pendanaan kreatif seperti furusato nozei bisa menjadi referensi bagi pemerintah daerah di Indonesia untuk mengelola konflik serupa, terutama di kawasan konservasi yang berbatasan dengan permukiman.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah inovasi ini cukup untuk menekan angka serangan beruang di Jepang, atau justru akan memicu adaptasi perilaku beruang terhadap alat-alat tersebut. Kolaborasi antara produsen, pemerintah, dan akademisi menjadi kunci untuk memastikan teknologi tidak hanya efektif, tetapi juga berkelanjutan dalam jangka panjang.



