Saham FLMC Anjlok 51% dalam Sebulan, BEI Suspensi Perdagangan
Baca dalam 60 detik
- Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara transaksi saham PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk. (FLMC) di pasar tunai mulai 24 Juni 2026.
- Harga saham produsen tisu basah itu ambles 51,68% dalam sebulan terakhir, memicu kekhawatiran investor akan fundamental perusahaan.
- Langkah BEI memberi waktu bagi pelaku pasar mencerna informasi sebelum mengambil keputusan, namun menyisakan tanda tanya besar atas prospek FLMC.

Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menggembok sementara saham PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk. (FLMC) di pasar tunai per 24 Juni 2026, menyusul penurunan harga yang drastis. Saham pemasok tisu basah itu telah kehilangan lebih dari separuh nilainya dalam satu bulan terakhir, memicu kekhawatiran di kalangan investor ritel dan institusi.
Data BEI menunjukkan harga FLMC merosot 19,10% dalam sepekan terakhir dan anjlok 51,68% dalam sebulan. Kini saham tersebut diperdagangkan di level Rp72 per lembar, jauh dari posisi awal bulan lalu. Penurunan ini menjadi salah satu yang terparah di bursa saham Indonesia dalam periode yang sama.
BEI dalam pengumuman resminya menyatakan bahwa penghentian sementara perdagangan bertujuan memberikan waktu bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang setiap keputusan investasi berdasarkan informasi yang tersedia. โPara pihak yang berkepentingan diharapkan selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan,โ demikian pernyataan manajemen BEI, Rabu (24/6/2026).
Langkah suspensi ini bukan tanpa alasan. Secara historis, BEI kerap mengambil tindakan serupa terhadap saham yang mengalami volatilitas ekstrem atau dugaan pelanggaran regulasi. Namun, dalam kasus FLMC, belum ada pernyataan resmi dari perusahaan mengenai penyebab anjloknya harga. Analis pasar menilai penurunan ini bisa dipicu oleh sentimen negatif terhadap kinerja keuangan perusahaan atau aksi jual besar-besaran oleh investor.
Bagi investor Indonesia, kasus FLMC menjadi pengingat akan risiko investasi di saham dengan kapitalisasi kecil. Saham seperti ini rentan terhadap fluktuasi harga yang tajam dan likuiditas yang terbatas. Suspensi sementara juga berpotensi memperpanjang ketidakpastian, karena investor tidak bisa melakukan transaksi jual-beli hingga BEI mencabut penghentian tersebut.
Ke depan, publik menanti langkah FLMC untuk mengklarifikasi kondisi fundamentalnya. Apakah perusahaan akan merilis laporan keuangan terbaru atau melakukan aksi korporasi? BEI sendiri belum memberikan batas waktu pencabutan suspensi. Yang jelas, nasib saham ini kini bergantung pada transparansi dan respons cepat manajemen Falmaco Nonwoven Industri.



