Bentrok Puncak Grup B: Swiss Siap Bikin Kans Kanada ke 16 Besar Berantakan
Baca dalam 60 detik
- Kanada dan Swiss sama-sama mengoleksi empat poin di Grup B, dengan Kanada unggul selisih gol jelang laga penentu.
- Bek Swiss Manuel Akanji menegaskan timnya tidak akan memberi jalan mudah bagi tuan rumah untuk lolos ke babak gugur.
- Laga ini menjadi ujian konsistensi Swiss yang kerap tersendat di fase knockout Piala Dunia, sementara Kanada berpeluang mencetak sejarah.

Vancouver, 23 Juni โ Pertarungan memperebutkan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Grup B mencapai puncaknya saat Kanada dan Swiss saling berhadapan di BC Place, Rabu waktu setempat. Kedua tim sama-sama mengantongi empat poin, namun Kanada memimpin klasemen berkat keunggulan selisih gol setelah menghancurkan Qatar 6-0 pada laga sebelumnya.
Bagi Kanada, hasil imbang atau kemenangan sudah cukup untuk mengamankan posisi puncak grup sekaligus memastikan langkah pertama mereka ke fase gugur Piala Dunia. Namun, Swiss yang di awal turnamen dijagokan sebagai unggulan Grup B, tidak berniat menjadi bulan-bulanan. Bek tengah andalan Swiss, Manuel Akanji, memberikan peringatan keras bahwa timnya akan tampil habis-habisan.
โSaya tahu mereka ingin menang, tapi kami juga ingin menang di sini. Kami tidak akan memberi mereka jalan mudah. Kami akan berusaha maksimal besok. Jika kami menunjukkan permainan terbaik, kami akan menang,โ ujar Akanji dalam konferensi pers, Selasa (23/6). Ia juga mengakui bahwa Kanada bukan lawan yang mudah, sehingga Swiss harus siap tempur sejak menit awal.
Swiss memulai turnamen dengan hasil kurang meyakinkan, ditahan imbang 1-1 oleh Qatar, sebelum bangkit mengalahkan Bosnia dan Herzegovina 4-1. Sementara itu, Kanada tampil trengginas dengan kemenangan telak atas Qatar yang bermain dengan sembilan pemain. Catatan historis Swiss di Piala Dunia menunjukkan pola yang konsisten: mereka kerap melaju dari fase grup, tetapi gagal menembus perempat final. Terakhir, mereka disingkirkan Portugal di babak 16 besar pada edisi 2022 di Qatar.
Namun, Akanji menekankan bahwa kekuatan Swiss justru terletak pada kerja sama tim, bukan pada individu bintang. โKami sadar tidak memiliki tiga pemain top-10 dunia seperti negara lain. Karena itu, hanya dengan kebersamaan kami bisa bersaing,โ katanya. Ia juga menyoroti pentingnya konsistensi dan perbaikan berkelanjutan, merujuk pada pencapaian Swiss yang berhasil melaju ke perempat final Euro 2024 setelah melewati babak 16 besar.
Bagi publik sepak bola Indonesia, laga ini menarik untuk disimak karena memperlihatkan bagaimana tim non-unggulan seperti Swiss mampu bersaing dengan pendekatan kolektif, sementara Kanada sebagai tuan rumah berusaha memanfaatkan dukungan penuh suporter. Pelajaran tentang strategi tanpa bintang individual bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan sepak bola nasional yang lebih mengedepankan kerja tim.
โKami berharap kali ini bisa melewati babak 16 besar, tapi perjalanan masih panjang. Konsistensi adalah kunci,โ ujar Akanji, menutup sesi wawancara.
Dengan segala faktor yang ada, laga Kanada vs Swiss diprediksi berlangsung sengit. Akankah Kanada mencatat sejarah pertama kali lolos ke babak gugur, atau Swiss kembali menunjukkan ketangguhan mereka sebagai tim turnamen? Jawabannya akan terungkap di BC Place, Rabu malam nanti.



