Chelsea Bajak Marco Palestra dari Atalanta, Gagal Rekrut Wesley
Baca dalam 60 detik
- Chelsea mengajukan tawaran €60 juta untuk Marco Palestra, merebutnya dari Inter Milan yang hampir mencapai kesepakatan.
- Sebelumnya, Chelsea di bawah Xabi Alonso mengincar Wesley dari Roma, namun Roma menolak karena baru merekrutnya tahun lalu.
- Kedatangan Palestra ke Chelsea diprediksi mengerek nilai pasar pemain Serie A, termasuk yang diminati klub Indonesia.

Klub Premier League Chelsea dikabarkan berhasil mengamankan tanda tangan Marco Palestra dari Atalanta dengan nilai transfer mencapai €60 juta, setelah sempat gagal mendatangkan pemain sayap Roma, Wesley. Langkah ini menandai agresivitas The Blues di bursa transfer musim panas, sekaligus mengalahkan rival sekota Inter Milan yang sebelumnya dianggap sebagai tujuan utama pemain Brasil tersebut.
Menurut laporan jurnalis transfer Fabrizio Romano, negosiasi antara Inter dan Atalanta nyaris rampung dengan kesepakatan €45 juta plus €5 juta bonus, serta gaji €2,5 juta per musim untuk Palestra. Namun, Chelsea tiba-tiba melayangkan proposal €55 juta plus €5 juta tambahan, dan menggandakan tawaran gaji menjadi €5–6 juta per tahun selama lima tahun. Langkah mendadak ini membuat Inter tak mampu bersaing, dan Palestra pun memilih bergabung dengan skuad asuhan Xabi Alonso.
Menariknya, Chelsea sebenarnya mengincar pemain sayap lain lebih dulu: Wesley, yang baru dibeli Roma dari Flamengo tahun lalu seharga €25 juta plus €5 juta. Manajer anyar Chelsea, Xabi Alonso, disebut secara khusus meminta Wesley untuk memperkuat lini sayap. Namun, Roma menolak keras karena Wesley baru bergabung dan telah menjadi bagian penting dalam skuad yang lolos ke Liga Champions. Selain itu, Wesley baru saja mengalami cedera saat membela timnas Brasil dalam laga uji coba menjelang Piala Dunia 2026, sehingga absen dari turnamen tersebut.
Kegagalan mendapatkan Wesley membuat Chelsea beralih ke Palestra, yang musim lalu tampil impresif bersama Atalanta. Pemain berusia 22 tahun ini menjadi andalan di sayap kanan, mencatatkan 8 gol dan 12 assist di semua kompetisi. Kecepatan dan kemampuannya melewati lawan menjadi daya tarik utama bagi Alonso yang ingin membangun serangan cepat ala Liverpool era Klopp. Dengan tambahan Palestra, Chelsea kini memiliki opsi sayap muda seperti Mykhailo Mudryk, Noni Madueke, dan Cole Palmer.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Chelsea ini menarik karena menunjukkan tren klub Eropa memburu pemain Serie A. Beberapa klub Indonesia seperti Persija Jakarta dan Persib Bandung kerap merekrut pemain asal Brasil dan Italia. Jika Palestra sukses di Chelsea, bisa jadi nilai transfer pemain Serie A lainnya ikut terdongkrak, mempengaruhi harga pemain yang mungkin diminati klub Tanah Air.
Ke depan, tantangan bagi Chelsea adalah mengintegrasikan Palestra ke dalam tim yang tengah dalam transisi di bawah Alonso. Dengan persaingan ketat di Premier League, akankah pemain muda ini mampu bersinar dan membawa Chelsea kembali ke papan atas? Atau justru menjadi bukti lain bahwa pembelian mahal belum menjamin kesuksesan? Hanya waktu yang akan menjawab.



