Pesta Centurion Athapaththu Bawa Sri Lanka Lolos ke Semifinal Piala Dunia T20 Wanita?
Baca dalam 60 detik
- Chamari Athapaththu mencatatkan 106* dari 61 bola, skor tertinggi turnamen, membawa Sri Lanka menang telak atas Irlandia.
- Kemenangan ini membuat Sri Lanka naik ke 4 poin, masih harus mengalahkan Skotlandia dan bergantung pada hasil laga lain untuk lolos.
- Irlandia menelan kekalahan ke-21 berturut-turut di Piala Dunia, mengakhiri turnamen tanpa kemenangan.

Kapten Sri Lanka Chamari Athapaththu menjadi bintang dengan pukulan tak terkalahkan 106 dari 61 bola, memimpin timnya meraih kemenangan sembilan wicket atas Irlandia dalam laga Grup 2 Piala Dunia T20 Wanita di Bristol, Senin (14/10). Kemenangan ini menjaga asa Sri Lanka untuk lolos ke semifinal, meski masih harus bergantung pada hasil pertandingan lain.
Irlandia yang memenangi undian memilih untuk memukul terlebih dahulu, namun langsung terpuruk di awal. Mereka kehilangan tiga wicket dengan hanya tiga run di papan skor. Amy Hunter terkena run out, Orla Prendergast terkena stumping, dan Rebecca Stokell menyusul tak lama kemudian. Kapten Gaby Lewis (59) dan Leah Paul (20) kemudian membangun kemitraan 66 run untuk menyelamatkan innings, membawa Irlandia ke total 130-5 dalam 20 overs.
Namun, keunggulan itu tidak cukup untuk menghadapi keganasan Athapaththu. Pembuka Sri Lanka itu melesat mencapai 50 run dari 37 bola, lalu menyelesaikan abadnya dalam 58 bola. Ia memukul 17 four dan dua six, menjadikannya skor tertinggi dalam turnamen sejauh ini. Bersama Imesha Dulani (20), Athapaththu membuka dengan kemitraan 98 run. Sri Lanka mencapai target 134-1 dalam 15,3 overs, unggul 4,3 overs.
Kemenangan ini membawa Sri Lanka ke posisi 4 poin, sama dengan Selandia Baru yang baru saja mengalahkan Skotlandia. Untuk lolos, Sri Lanka harus mengalahkan Skotlandia pada Jumat (18/10) dan berharap hasil pertandingan lain menguntungkan. Sementara itu, Irlandia yang sudah tersingkir akan menghadapi Hindia Barat pada Sabtu (19/10) dalam laga pamungkas mereka.
Bagi penggemar kriket Indonesia, performa Athapaththu menjadi inspirasi. Meski kriket belum populer di Tanah Air, pencapaian pemain Asia Selatan seperti Athapaththu menunjukkan potensi besar kriket wanita di kawasan. Turnamen ini juga menjadi ajang bagi negara-negara non-unggulan untuk bersaing di level tertinggi.
Menurut analis kriket, Sri Lanka memiliki peluang tipis untuk lolos. Mereka harus menang besar atas Skotlandia untuk memperbaiki net run rate, sambil berharap Selandia Baru atau India kehilangan poin. Pertanyaan besarnya: mampukah Sri Lanka mengulang kejutan seperti yang dilakukan Athapaththu di lapangan?



