Portugal vs Uzbekistan: Duel Hidup Mati di Grup K, Ronaldo Masih Jadi Andalan
Baca dalam 60 detik
- Portugal dan Uzbekistan sama-sama belum meraih kemenangan di Piala Dunia 2026, menjadikan laga ini krusial untuk menjaga asa lolos ke fase gugur.
- Roberto Martinez tetap mempertahankan Cristiano Ronaldo di starting XI meski mendapat kritik, sementara Rafael Leao dan Bernardo Silva dicadangkan.
- Uzbekistan yang dilatih Fabio Cannavaro menargetkan poin perdana setelah kalah tipis dari Kolombia, dengan Eldor Shomurodov sebagai kapten.

Pertandingan hidup mati tersaji di Grup K Piala Dunia 2026 saat Portugal menjamu Uzbekistan di Houston Stadium, Kamis dini hari WIB. Kedua tim sama-sama belum meraih kemenangan dan butuh poin penuh untuk menjaga peluang lolos ke babak 16 besar.
Portugal hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo di laga perdana. Gol cepat Joao Neves pada menit awal harus dibalas oleh Yoane Wissa. Hasil mengecewakan itu memicu kritik pedas dari suporter terhadap performa Cristiano Ronaldo. Namun, pelatih Roberto Martinez tetap mempertahankan megabintang berusia 41 tahun itu di lini depan.
Keputusan Martinez yang paling mengejutkan adalah menepikan Bernardo Silva dan Rafael Leao ke bangku cadangan. Sebagai gantinya, Joao Felixโyang pernah gagal di AC Milanโditurunkan sejak menit awal bersama Pedro Neto untuk mendukung Ronaldo. Formasi ini diyakini untuk memberikan variasi serangan yang lebih tajam.
Di kubu lawan, Uzbekistan menjalani debut manis meski kalah 1-3 dari Kolombia. Mereka sempat menyamakan kedudukan sebelum kebobolan gol ketiga di menit akhir injury time. Pelatih Fabio Cannavaro, yang pernah membawa Italia juara dunia 2006 sebagai pemain, melakukan beberapa perubahan di starting XI. Penjaga gawang Abduvohid Nematov dipercaya menggantikan kiper utama, sementara bek Manchester City Abdukodir Khusanov tetap menjadi andalan di lini belakang.
Bagi Indonesia, pertandingan ini menarik karena menunjukkan bagaimana tim-tim non-unggulan seperti Uzbekistan mampu bersaing di panggung global. Kehadiran Cannavaro sebagai pelatih juga menjadi bukti bahwa sepak bola Asia Tengah mulai mendapat perhatian dari figur-figur top Eropa. Jika Uzbekistan mampu mencuri poin dari Portugal, hal itu bisa menjadi inspirasi bagi negara-negara berkembang lainnya, termasuk Indonesia, untuk bermimpi lebih besar di ajang internasional.
Pertandingan ini juga menjadi ujian bagi strategi Martinez yang berani melakukan rotasi besar. Apakah keputusan mencadangkan Leao dan Silva akan berbuah manis? Atau justru sebaliknya? Sementara itu, Cannavaro mengandalkan pengalaman Shomurodov di lini depan untuk membongkar pertahanan Portugal yang dikomandoi Ruben Dias.
Dengan kondisi kedua tim yang sama-sama tertekan, laga ini diprediksi berjalan sengit. Portugal diunggulkan secara kualitas individu, namun Uzbekistan memiliki semangat juang tinggi. Satu pertanyaan mengemuka: mampukah Ronaldo membungkam kritik dan membawa Portugal meraih kemenangan pertama di Piala Dunia 2026?



