Paolo Maldini Dikabarkan Tolak Tawaran Jadi Direktur Teknik Timnas Italia
Baca dalam 60 detik
- Paolo Maldini disebut akan menolak posisi direktur teknik yang dirancang khusus untuknya di Timnas Italia.
- FIGC menawarkan peran baru ini demi mengembalikan stabilitas setelah era kontroversial Maldini di Milan.
- Keputusan Maldini memperpanjang daftar penolakan terhadap tawaran sepak bola, termasuk peluang di Fenerbahce.

Paolo Maldini, legenda hidup sepak bola Italia, dikabarkan akan menolak tawaran menjadi direktur teknik Timnas Italia—posisi yang sengaja diciptakan oleh Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) untuknya. Menurut laporan Sport Mediaset, mantan kapten AC Milan itu cenderung tidak menerima peran yang ditawarkan langsung oleh Presiden FIGC Giovanni Malagò.
Dalam beberapa hari terakhir, beredar spekulasi bahwa Malagò mengincar Maldini sebagai figur ideal untuk membenahi Nazionale. Posisi direktur teknik sendiri belum pernah ada dalam struktur timnas Italia, dan FIGC berencana membentuknya khusus sesuai profil Maldini. Namun, sumber internal menyebutkan bahwa setelah mempertimbangkan, Maldini lebih condong untuk menolak.
Keputusan ini bukanlah yang pertama bagi Maldini pasca pemecatannya dari AC Milan pada Juni 2023. Sejak didepak dari jabatan direktur teknik di San Siro, ia telah menolak sejumlah tawaran menarik, termasuk peluang untuk bergabung dengan Fenerbahce jika kandidat yang didukungnya, Hakan Safi, memenangkan pemilihan presiden klub. Safi akhirnya kalah dari Aziz Yildirim, sehingga rencana tersebut batal.
Bagi sepak bola Indonesia, dinamika ini menarik untuk dicermati. FIGC menawarkan peran khusus kepada seorang legenda demi mengembalikan kejayaan timnas—sebuah langkah yang belum lazim di Tanah Air. Di Indonesia, campur tangan figur legendaris dalam struktur organisasi sepak bola masih jarang, meskipun beberapa mantan pemain mulai dilibatkan dalam pembinaan usia muda. Jika Italia berhasil mengimplementasikan model ini, bisa menjadi referensi bagi PSSI dalam merancang peran teknis yang lebih strategis.
Penolakan Maldini juga menyiratkan bahwa ia belum siap kembali ke hiruk-pikuk sepak bola setelah pengalaman pahit di Milan. Stabilitas yang ia cari mungkin belum ditemukan di FIGC, yang tengah berupaya membangun kembali reputasi setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia 2022. Pertanyaan besarnya: siapa lagi yang bisa dipercaya Malagò untuk mengembalikan kejayaan Azzurri?



