Ruben Amorim Resmi Mulai Tugas di AC Milan pada 6 Juli
Baca dalam 60 detik
- Pelatih asal Portugal, Ruben Amorim, akan memulai pekerjaannya di AC Milan pada 6 Juli setelah dipecat Manchester United pada Januari lalu.
- Amorim dijadwalkan meninjau fasilitas Milanello dan bertemu direktur klub sebelum kembali ke Portugal untuk menyelesaikan administrasi.
- Strategi transfer Milan tidak terburu-buru; Amorim ingin mengevaluasi seluruh skuad, termasuk pemain yang kembali dari masa pinjaman.

Ruben Amorim, pelatih anyar AC Milan, dijadwalkan tiba di Italia pada 6 Juli untuk memulai tugasnya, menandai awal era baru di San Siro setelah ia dipecat Manchester United pada Januari lalu. Pelatih berusia 41 tahun itu resmi diikat kontrak hingga Juni 2028, dan akan memimpin latihan perdana pramusim pada 13 Juli.
Kepastian jadwal ini dilaporkan oleh La Gazzetta dello Sport dan MilanNews, yang menyebutkan bahwa Amorim akan langsung menuju Milanello, pusat pelatihan klub, untuk inspeksi fasilitas dan bertemu dengan jajaran direktur. Meski demikian, ia diperkirakan akan kembali ke Portugal selama beberapa hari untuk merampungkan dokumen terkait kepindahan besar ini.
Para pemain dijadwalkan tiba pada 12 Juli untuk menjalani tes pramusim, disusul latihan perdana sehari kemudian. Amorim, yang sebelumnya menangani Manchester United hanya dalam waktu singkat, kini memiliki kesempatan membangun kembali reputasinya di Serie A.
Yang menarik, strategi transfer Milan sejauh ini tidak tergesa-gesa. Menurut laporan, Amorim ingin mengevaluasi seluruh pemain yang ada sebelum mengambil keputusan belanja pemain. Ini termasuk para pemain yang kembali dari masa pinjaman, seperti Yunus Musah, Francesco Camarda, Kevin Zeroli, dan Samuel Chukwueze. Langkah ini menunjukkan pendekatan hati-hati yang kontras dengan kebiasaan klub-klub besar Italia yang kerap bergerak cepat di bursa transfer.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kedatangan Amorim di Milan bisa menjadi sorotan mengingat basis penggemar Serie A yang cukup besar di tanah air. AC Milan, dengan sejarah gemilangnya, selalu memiliki tempat khusus di hati pecinta sepak bola Indonesia. Kehadiran pelatih baru yang pernah menangani klub Premier League ini menambah daya tarik tersendiri, terutama jika ia mampu membawa Milan kembali ke papan atas Eropa.
Amorim sendiri dikenal sebagai pelatih yang taktis dan disiplin, meski pengalamannya di Manchester United berakhir pahit. Kini, ia menghadapi tantangan baru di Milan yang tengah dalam masa transisi. Pertanyaan besarnya: mampukah Amorim mengembalikan kejayaan Rossoneri dan bersaing dengan Inter Milan serta Juventus di Serie A? Hanya waktu yang akan menjawab, namun awal yang tenang ini bisa menjadi fondasi yang kokoh.



