Piala Dunia 2026 Jadi Etalase: Pemain Incaran Klub Premier League Mulai Diburu
Baca dalam 60 detik
- Piala Dunia 48 tim menjadi panggung bagi pemain muda seperti Elliot Anderson dan Yan Diomande untuk menarik minat klub-klub besar Inggris.
- Manchester City siapkan dana besar untuk Anderson, sementara Liverpool dan Arsenal bersaing mendapatkan Diomande dan Barcola.
- Klub promosi seperti Hull City dan Ipswich Town juga memanfaatkan turnamen untuk mencari pemain berbakat dengan harga terjangkau.

Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada tidak hanya menjadi ajang adu taktik antarnegara, tetapi juga panggung utama bagi para pemain muda untuk memikat hati klub-klub Premier League. Dengan jendela transfer musim panas yang telah resmi dibuka, sejumlah bintang baru mulai menjadi incaran, mulai dari gelandang serba bisa Nottingham Forest, Elliot Anderson, hingga winger tajam Pantai Gading, Yan Diomande.
Elliot Anderson menjadi salah satu nama yang paling hangat diperbincangkan. Gelandang berusia 23 tahun itu tampil gemilang saat Inggris mengalahkan Kroasia di laga pembuka. Ia tidak hanya menjadi motor serangan, tetapi juga mencatatkan 78 kali memenangkan penguasaan bola sejak Thomas Tuchel menangani timnas—jauh di atas Declan Rice yang hanya 27 kali. Performa ini membuat Manchester City kembali melayangkan tawaran kedua senilai £120 juta, yang langsung ditolak Nottingham Forest. Nilai Anderson diperkirakan bertambah £10 juta setelah penampilan impresifnya di turnamen.
Di sisi lain, Liverpool dikabarkan serius memburu Yan Diomande, winger RB Leipzig berusia 19 tahun yang menjadi pemain terbaik saat Pantai Gading mengalahkan Ekuador 1-0. Diomande, yang dibanderol sekitar £100 juta, juga tampil menonjol saat melawan Jerman, meski timnya kalah 2-1. Liverpool juga memantau Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain, yang langsung mencetak gol pada debut Piala Dunia melawan Senegal. Arsenal pun ikut dalam perburuan pemain sayap kiri Prancis tersebut.
Manchester United tidak tinggal diam. Setelah mengamankan kesepakatan untuk Ederson dari Atalanta seharga £35 juta—yang tertunda karena pemain Brasil itu dipanggil memperkuat negaranya—Setan Merah juga mengincar Antonee Robinson dari Fulham untuk memperkuat sisi kiri pertahanan. Sementara itu, Crystal Palace yang musim depan akan berlaga di Europa League membutuhkan tambahan pemain di posisi bek sayap, dengan Aaron Wan-Bissaka dan Djed Spence masuk dalam daftar belanja.
Klub promosi seperti Hull City dan Ipswich Town juga memanfaatkan momen ini. Hull, yang kembali ke Premier League setelah hampir satu dekade, dikabarkan mengincar pemain Kroasia Toni Fruk, gelandang serang Rijeka yang menjadi pemain pengganti saat melawan Inggris. Ipswich, di sisi lain, memprioritaskan pencetak gol andal, meski harus bersaing dengan klub lain yang juga mengincar pemain-pemain bersinar di Piala Dunia. Sementara Coventry City, yang juga promosi, fokus mendatangkan kiper dan bek baru setelah Carl Rushworth kembali ke Brighton.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan ini menarik dicermati karena beberapa pemain incaran, seperti Lamine Camara (Senegal) dan Mathias Olivera (Uruguay), bisa menjadi alternatif bagi klub-klub Asia jika gagal ke Premier League. Selain itu, semakin banyaknya pemain muda Afrika dan Amerika Selatan yang bersinar di Piala Dunia membuka peluang bagi klub-klub Indonesia untuk merekrut bakat potensial dengan harga lebih terjangkau sebelum mereka melesat di Eropa.
Dengan persaingan yang semakin ketat, pertanyaan besarnya adalah: akankah klub-klub Premier League berhasil mengamankan incaran mereka sebelum jendela transfer ditutup, atau justru pemain-pemain ini akan memilih bertahan demi menit bermain reguler? Jawabannya akan menentukan peta kekuatan Liga Inggris musim depan.



