Brimob Gorontalo Panen 5 Ton Jagung, Bukti Polisi Tak Hanya Jaga Keamanan
Baca dalam 60 detik
- Satuan Brimob Polda Gorontalo memanen 5 ton jagung dari lahan dua hektare di Poskotis Batalyon B Pelopor Paguat, Kabupaten Pohuwato.
- Kegiatan ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan nasional, dengan hasil jagung dijual dan sayuran dibagikan ke warga sekitar.
- Inisiatif ini menunjukkan peran aktif kepolisian di luar tugas keamanan, sekaligus mengoptimalkan lahan tidur menjadi produktif.

Satuan Brimob Polda Gorontalo kembali membuktikan bahwa institusi kepolisian tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ketahanan pangan. Pada Senin, 22 Juni 2026, Komandan Satuan Brimob Polda Gorontalo Kombes Pol Danu Waspodo bersama jajaran pejabat utama melakukan panen raya jagung di lahan Poskotis Batalyon B Pelopor Paguat, Kabupaten Pohuwato. Dari lahan seluas dua hektare, mereka berhasil memanen sekitar 5 ton jagung—sebuah pencapaian yang menegaskan komitmen institusi terhadap program swasembada pangan nasional.
Ini bukan kali pertama Brimob Gorontalo menggelar panen raya. Sebelumnya, lahan yang sama telah menghasilkan jagung pada musim tanam sebelumnya. Selain jagung, lahan tersebut juga ditanami berbagai komoditas hortikultura seperti terong, cabai merah, timun, kacang panjang, singkong, dan aneka sayuran lainnya. Diversifikasi tanaman ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan lokal, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi personel dan masyarakat sekitar.
Menurut Kombes Pol Danu Waspodo, pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan pertanian produktif merupakan langkah strategis yang diambil Brimob untuk mendukung program pemerintah. “Hasil panen jagung akan dijual, sedangkan hasil tanaman sayur mayur akan dibagikan kepada masyarakat di sekitar lokasi sebagai bentuk kepedulian dan kedekatan Brimob dengan masyarakat,” ujarnya. Langkah ini diharapkan dapat memotivasi personel untuk terus berinovasi dan mengoptimalkan setiap lahan yang tersedia.
Konteks Indonesia: Di tengah ancaman krisis pangan global dan target swasembada pangan yang digaungkan pemerintah, inisiatif seperti ini menunjukkan bahwa aparat keamanan dapat berperan ganda. Bagi pembaca di Indonesia, khususnya di daerah, model pemanfaatan lahan tidur oleh institusi negara bisa menjadi contoh bagi instansi lain. Selain itu, hasil panen yang dibagikan ke masyarakat membantu menekan harga pangan lokal dan memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.
Kegiatan ini juga menegaskan bahwa Brimob tidak hanya hadir dalam operasi keamanan, tetapi juga aktif dalam program strategis pemerintah. Kombes Pol Danu Waspodo menambahkan bahwa kegiatan ketahanan pangan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus mengembangkan inovasi. “Kami ingin menunjukkan bahwa polisi bisa berkontribusi di bidang pangan, bukan hanya keamanan,” tegasnya.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah model ini dapat direplikasi di satuan Brimob lain di seluruh Indonesia? Dengan lahan tidur yang masih luas di banyak daerah, potensi untuk meningkatkan produksi pangan nasional melalui keterlibatan institusi keamanan sangat terbuka. Jika berhasil, bukan tidak mungkin program ini menjadi salah satu pilar dalam mewujudkan swasembada pangan yang selama ini menjadi target pemerintah.



